1. SETELAH 8 TAHUN BAGAIMANA KELANJUTANNYA DAN BERAPA HARGA PERAWATANNYA SETELAH 8 TAHUN ?

Setelah 8 tahun atau setelah selesai pemanenan, maka kontrak kerjasama kemitraan dengan Harfam sudah selesai. Mengenai harga perawatan atau pembuatan dan pengelolaan hutan Mitra untuk periode panen kedua/berikutnya, kami belum bisa menginformasikan besaran angka pastinya karena kepastian bibit, pupuk dan terutama tenaga kerja 8 tahun mendatang tidak bisa dipastikan sekarang karena inflasi yang tidak tentu. Tetapi yang pasti untuk variabel biaya pembelian lahan sudah tidak ada karena lahan sudah tersedia.

2. JENIS JATI YANG DITANAM HARFAM APAKAH JATI EMAS ?

Jenis jati yang dibudidayakan oleh Harfam bukanlah Jati emas. Jenis jati yang ditanam oleh Harfam adalah Jati Solomon yang sudah mengalami pemuliaan oleh Biotek-BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) dengan dimasukkannya beberapa teknologi terbaru, dimana jenis jati ini memiliki karakteristik: – pengakaran yang banyak dan kuat, sehingga penyerapan unsur hara dan mineral oleh pohon jati ini sangatlah tinggi – pertumbuhan yang sangat cepat – sifat fisik pohon yang memiliki daun yang lebar, batang yang lurus, tidak bercabang. Sehingga dengan memiliki sifat unggul seperti yang disebutkan diatas, dalam kurun waktu 8 tahun, pertumbuhan pohon jati ini sudah masuk dalam grade A-3 (memiliki diameter 30cm-39cm, atau memiliki keliling 94cm-122cm). Nah jenis jati ini kami sebut dengan jenis JATI HARFAM.

3. BAGAIMANA JIKA HASIL PANENNYA TIDAK SESUAI DENGAN YANG DIPRESENTASIKAN ?

Benar sekali proyeksi tetaplah hanya sebatas proyeksi, atau perkiraan. Dan apakah ada satu pun hal di dunia ini yang bisa dipastikan 100% di masa akan datang? Bisnis ini pun demikian seperti layaknya bisnis yang lain, bahwa proyeksi keuntungan didasarkan pada perkiraan dan analisa yang mempunyai dasar yang kuat.

  1. Kebutuhan kayu jati yang terus meningkat
  2. Ketersediaan kayu jati semakin menurun
  3. Sumber data kenaikan harga kayu jati di pasaran yang valid, data Perhutani, menunjukkan dalam 10 tahun terakhir terjadi kenaikan kayu sebesar 15% rata-rata per tahunnya. Sehingga bila diambil dengan angka yang sama kenaikan rata-rata 15% per tahun untuk 8 tahun ke depan maka didapatkan angka sesuai dengan yang kami presentasikan ke Mitra, jadi harga proyeksi tersebut bukanlah sebuah perkiraan. Proyeksi kami terhadap harga kayu jati 8 tahun mendatang bisa meleset, bisa lebih rendah ataupun bisa juga lebih tinggi. Tapi sangat kecil kemungkinannya untuk kayu jati tidak mengalami kenaikan harga ataupun tetap (tidak pernah terjadi dalam sejarah, 8 tahun harga kayu jati turun atau tetap).

Terakhir, yang perlu diingat, bahwa ini adalah bentuk kerjasama, yang mana keberhasilan panen dengan harga optimal adalah keberhasilan Harfam juga, sehingga Harfam akan mengupayakan yang terbaik dengan segala kemampuan, pengetahuan, dan pengalamannya.

4. APAKAH SERTIFIKATNYA JELAS DAN BENAR, TIDAK TUMPANG TINDIH ?

Harfam sangat berkepentingan terhadap kejelasan/keabsahan tanah yang akan digunakan untuk pembangunan hutan jati mitra, dikarenakan Harfam sangat berkepentingan terhadap 40% hasil panen nantinya.
Dalam memilih lahan/tanah yang akan digunakan untuk pembangunan hutan mitra, Harfam melakukannya melalui beberapa tahap, termasuk didalamnya mengenai pengecekan keabsahan status tanah dan izinnya.

5. APA JAMINAN YANG SAYA DAPAT KETIKA SAYA SUDAH MEMBAYAR CASH ATAUPUN DOWN PAYMENT ?

Tentunya Mitra akan mendapatkan kuitansi pembayaran dari Harfam, Mitra juga akan mendapatkan perjanjian kontrak kerjasama kemitraan dengan Harfam yang mengikat secara hukum. Kemudian setelah memasuki masa tanam, kisaran bulan Nopember tahun berjalan (misal 2013) sampai dengan Pebruari tahun berikutnya (misal 2014) hutan Mitra akan dibuat / ditanam.

6. APAKAH HARFAM SUDAH PERNAH PANEN  ?

Harfam masih belum pernah melakukan panen perdana atas hutan mitra-mitra Harfam, untuk kerjasama kemitraan dimulai pada tahun 2010, dan panen perdana mitra akan dimulai pada tahun 2018.

7. SETELAH PANEN APAKAH ADA YANG MEMBELI HASIL PANENNYA ?

Sudah pasti ada yang beli, dan hal ini termasuk dalam salah satu garansi yang diberikan oleh oleh Harfam kepada mitra Harfam. Kebutuhan atas kayu semakin lama semakin tinggi sedangkan supply yang ada sangatlah terbatas. Garansi tersebut bukanlah sebuah janji tanpa dasar. Saat ini Harfam sudah banyak mendapatkan calon-calon pembeli yang siap membeli dengan harga yang optimal, baik penawaran-penawaran dari industri meubel, eksportir kayu, pengrajin meubel, perorangan.

8. HASIL PANENNYA KOK DIBAGI DUA ? BESAR SEKALI YANG DIDAPATKAN HARFAM

Dalam kerjasama kemitraan ini mitra menyediakan dana untuk melakukan pembelian paket hutan yang ditawarkan oleh Harfam, mitra tidak perlu menyediakan tenaga, pemikiran untuk melakukan pekerjaan pembangunan hutan, sedangkan Harfam menggunakan skill / keahlian, tenaga dan biaya untuk melakukan pekerjaan pembangunan hutan mitra Harfam sampai dengan panen dilakukan. Mitra 100% tidak perlu megupayakan, memelihara, merawat dan menjaga keamanan sampai pelaksanaan pemanenan hutannya, semua dikerjakan oleh Harfam. Sehingga sangatlah wajar, adil dan proporsional jika Harfam berkepentingan untuk mendapatkan bagi hasil 50:40:5:5 atas panen hutan mitra-mitra Harfam yang telah dibangun, dirawat, dijaga dan dikelola sepenuhnya oleh Harfam. Dan Harfam sangat berkeyakinan, jikalau pekerjaan pembuatan dan pengelolaan hasil hutan ini dilakukan oleh SDM yang tidak mempunyai skill dan pengalaman, biaya investasinya akan jauh lebih besar dengan hasil yang juga tidak sama optimalnya, dari sisi, membangun hubungan baik sebagai social cost dengan masyarakat sekitar, pupuk yang tepat, perekruitan tenaga pekerja dan pengawas, dsb.

Dan yang perlu dicermati juga, biaya untuk Research & Development yang selalu dilakukan oleh Harfam guna terus meningkatkan kualitas hutan jati Mitra, biaya untuk fundamental sosial daerah sekitar hutan, baik berupa bantuan langsung sosial kepada masyarakat sekitar maupun tidak langsung yang sangat berguna untuk melibatkan masyarakat sekitar demi asas manfaat bersama dan keamanan hutan mitra.

9. KENAPA HARFAM KOK SHARE BISNIS INI KE ORANG LAIN, HARUSNYA DIKELOLA SENDIRI SAJA KAN KEUNTUNGANNYA LEBIH BESAR? MENGAPA HARFAM TIDAK BEKERJA SAMA DENGAN BANK?

Benar sekali, jika Harfam tidak membagikan informasi bisnis ini kepada masyarakat luas atau melakukan perluasan bisnis dengan pembiayaan dari Bank maka Harfam akan mendapatkan bagian keseluruhan dari hasilnya. Namun, perlu diingat bahwa percepatannya akan tidak secepat jika Harfam membuka seluas-luasnya peluang bisnis ini dengan masyarakat luas berupa kerjasama (partnership).  Bukankah model seperti ini juga yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar dan menguntungkan lainnya seperti McDonald, Indomart, Alfamart, dsb.
Selain itu, Harfam melihat bahwa bisnis ini sangatlah luar biasa, value Harfam adalah untuk mengajak seluruh orang berpartisipasi aktif terhadap kelestarian bumi mereka sehingga Harfam merasa ada tanggungjawab untuk berbagi kepada seluruh lapisan masyarakat untuk ikut memiliki dan merasakan manisnya bisnis ini. Sehingga keberadaan Harfam di muka bumi ini bisa membawa dampak positif yang real bagi kelestarian lingkungan dan peningkatan taraf hidup dan penghasilan masyarakat.

10. APAKAH NANTI ADA MAPPING AREA LAHAN YANG SUDAH TERTANAM DI BONDOWOSO ? BISA LIHAT TIDAK ?

Untuk mapping area atas lahan hutan yang dibangun oleh Harfam harus dan pasti ada, dan mitra-mitra Harfam bisa melihatnya. Yang perlu diperhatikan bahwa, mapping area lahan hutan akan selesai dibuat setelah selesai masa tanam dan setelah selesai proses pematokan atas lahan hutan mitra-mitra Harfam.

11. KENAPA PILIH LOKASI YANG JAUH DARI TEMPAT TINGGAL KAMI, YAITU DI BONDOWOSO? KALAU SAYA INGIN MENGUNJUNGI LAHAN HUTAN SAYA TERLALU JAUH.

Harfam memilih lokasi pembangunan Hutan di Bondowoso, melalui pengkajian lapangan terlebih dahulu, dimana di dalamnya termasuk faktor kecocokan lahan, keamanan, nilai ekonomis dan fungsi sosial kemasyarakatan.

  1. Justru disitulah letak keuntungan Bapak/Ibu bekerja sama menjadi mitra Harfam. Mitra tidak perlu merawat sendiri, karena Harfam yang akan mengerjakannya dari awal sampai panen dan memilih hal yang paling optimal, biaya serendah mungkin dan hasil semaksimal mungkin.
  2. Tanaman kayu keras seperti jati, tidak perlu untuk dikunjungi setiap minggu karena perkembangannya akan tidak mudah terlihat, walaupun jika Bapak/Ibu ingin mengunjungi setiap minggu, kami sangat terbuka sekali melayani. Laporan perkembangan hutan Bapak/Ibu juga akan kami kirimkan via pos setiap tahun sekali sebagai salah satu janji kami kepada mitra seperti yang tertuang dalam surat perjanjian kerjasama.
    Dengan perkembangan teknologi yang ada kami sedang mengupayakan agar tiap mitra dapat mengakses lahan hutannya melalui fasilitas internet sehinga mitra dapat melihat hutannya via online dimana dan kapan saja. Transparansi adalah prioritas kami dalam kemitraan.
  3. Bondowoso sejak jaman Belanda sudah digunakan sebagai tempat penanaman Jati dan kopi, karena Bondowoso dinilai sangatlah cocok dan bagus sebagai lokasi pembudidayaan hutan jati, mengingat Bondowoso memiliki curah hujan yang tepat, perbedaan musim hujan dan kemarau yang jelas, demografi perbukitan dengan ketinggian yang sesuai, kurang dari 900 m dari permukaan laut, dan berdasarkan data statistik, dalam kurun waktu 200 tahun terakhir tidak pernah terjadi bencana alam di Bondowoso.
  4. Selain itu, dari sisi ekonomis, harga lahan di Bondowoso masih relatif murah, sehingga Harfam bisa mengupayakan pembangunan hutan jati dengan cost yang efisien.
  5. Dari sisi sosial kemasyarakatan, mengingat Bondowoso adalah daerah dengan pendapatan perkapita tingkat rata-rata pendidikan terendah jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Jawa Timur, maka diharapkan dengan kehadiran HARFAM beserta keluarga besar Kemitraan HARFAM dapat membawa dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup sosial kemasyarakatan masyarakat sekitar Hutan. Sehingga kami menganalogikan “lebih baik kita mempunyai lahan hutan jati yang dikelola dengan optimal, dengan biaya seminim mungkin, dengan tenaga ahli semaksimal mungkin dan keamanan sebaik mungkin yang lokasinya tidak dekat dengan rumah kita daripada mempunyai lahan hutan jati yang tanahnya mahal dan pengelolaanya lebih mahal / tidak optimal tetapi berada di sebelah rumah kita”

12. KENAPA UNTUK HUTAN TIDAK DIBUAT DI LOKASI PINGGIR JALAN ?

Untuk pemilihan lokasi atau lahan ada beberapa pertimbangan,

  1. Harfam mengupayakan pembangunan hutan Mitra dengan biaya / cost serendah mungkin. Karena kembali lagi bahwa bisnis ini bukanlah bisnis jual beli tanah, melainkan bisnis pembangunan hutan dan pemanfaatan hasil panen dari hutan tersebut. Konsentrasi harfam adalah bagaimana cara menghasilkan nilai setinggi-tingginya terhadap panen dari hutan Mitra dengan hasil semaksimal mungkin, tetapi dengan cost atau biaya yang efisien. Lokasi di pinggir jalan tentunya akan berdampak pada naiknya biaya pembuatan hutan Mitra, sedangkan Harfam bisa mengupayakan pembangunan Hutan Mitra dengan biaya yang lebih murah, tentunya pemilihan lahan ini tetap melalui survey dan study lapangan terlebih dahulu, baik mengenai ketinggian lahan dari permukaan laut, kemiringan lahan, PH tanah, curah hujan dan kontur tanah.
  2. Sesuai dengan nilai yang dibawa oleh Harfam, yaitu pemanfaatan lahan tidur atau tidak produktif, guna diubah menjadi lahan yang menghasilkan manfaat bagi lingkungan, baik dari sisi ekonomis maupun sosial kemasyarakatan, salah satunya usaha penghijauan.
  3. Faktor keamanan, jika lahan terletak di pinggir jalan, dimana akses kendaraan bisa lalu lalang dengan bebas, maka pengawasan untuk keamanan hutan akan lebih sulit, pontensi pencurian kayu oleh pihak luar akan lebih tinggi, akan lebih sulit dan akan membutuhkan cost/biaya yang lebih besar lagi.
    Yang terpenting dari pengadaan Hutan salah satunya adalah adanya akses jalan untuk panen. Karena panen hutan nantinya bukan hanya menjadi kepentingan Mitra, melainkan juga kepentingan Harfam (share 40%) maka Harfam menjamin adanya akses jalan panen di setiap cluster kemitraan dan akan dibangun 1-2 tahun sebelum masa panen (tahun ke-6 dan ke-7) untuk menjamin keamanannya, seperti yang tertuang dalam surat perjanjian kerjasama kemitraan.

13. APAKAH SAYA BISA MELIHAT ATAU MENGAUDIT LAPORAN KEUANGAN HARFAM?

Kedudukan Harfam terhadap Mitra adalah partner/mitra dan sebaliknya, yang diikat dengan perjanjian berisi tentang Hak dan Kewajiban masing-masing pihak. Perusahaan mempunyai kewajiban memberikan laporan rugi laba kepada para pemilik saham perusahaan tersebut. Harfam belum menjadi perusahaan TBK, sehingga Harfam belum menjual saham kepemilikan perusahaannya kepada umum, sehingga otomatis Harfam tidak mempunyai kewajiban untuk melaporkan laporan rugi laba perusahaannya kepada pihak umum.

Sebagai syarat sebuah perusahaan yang dapat mewaralabakan produknya, Harfam telah mendapatkan STPW ( Surat Tanda Pendaftaran Waralaba ) dimana sebuah perusahaan yang bisa memperoleh STPW adalah perusahaan yang sudah teruji minimal 2 tahun perusahaan tersebut sudah berjalan dengan sistem yang baik dan menunjukkan kinerja yang baik dan menghasilkan keuntungan.

14. KERJASAMA INI KAN 8 TAHUN, WAKTU YANG LAMA, ADA KEKHAWATIRAN BAGI SAYA, BAGAIMANAKAH JIKA TERNYATA HARFAM LARI ATAU MENGHILANG?

Tujuan kami memberi kesempatan bagi Anda untuk bisa berkunjung di lokasi pembibitan kami, lokasi contoh hutan mitra yang sudah kami bangun, adalah untuk menggeser parakdikma yang sekarang ini terjadi di masyarakat, bahwa rata-rata bentuk investasi atau kerjasama di Indonesia itu tidak jelas, contohnya, investasi emas, penggemukan sapi, tambang dan bahkan perkebunan. Harfam mengerjakan bisnis ini dengan professional, dengan melakukan kunjungan di lokasi, Anda dapat langsung menyaksikan dan menganalisa kerja Harfam, bahwa yang kami lakukan adalah nyata dan professional, tidak ada alasan bahwa dana Anda akan kami bawa lari, karena :

  • Dana tersebut diwujudkan dalam bentuk tanah bersertifikat, pohon yang ditanam,pemupukan, perawatan dan keamanan hutan Anda,
  • Harfam memiliki aset Hutan sendiri seluas 50 ha, tentunya bukan nilai aset yang kecil, dan tentunya aset-aset properti lainnya.
  • Kemitraan ini sudah kami bangun sejak tahun 2010. Sampai dengan 2013 ini, Harfam bersama mitra telah membangun ratusan hektar hutan jati, membuka lapangan pekerjaan baru bagi ratusan orang dan ikut menggerakkan perputaran ekonomi melalui aktifitas usahanya dan pajak yang dibayarkan.

Perlu diingat bahwa Harfam akan ikut menikmati 40% hasil panen perdana dengan mitra Harfam di tahun 2018, dst hasil panen tersebut sangatlah besar.Kuranglah masuk akal jika ada perusahaan ataupun pihak manapun yang mau untuk melewatkan atau membuang keuntungan yang akan diperoleh, setelah dalam kurun waktu tertentu membangun usaha tersebut dengan sebaik-baiknya. Justru saat ini adalah saat yang tepat bagi Anda untuk memutuskan bergabung dengan Harfam, artinya 8 tahun lagi Anda sudah dapat menikmati hasil Panen yang luar biasa