Price Partnership Harfam Cluster Tectona

Tipe Luas Jumlah (Pohon) Harga Normal (Rp)
ROYAL TECTONA (+/-) 8 + 1 Ha 8000 + 1000 15.550.000.000
RITZ TECTONA (+/-) 5 + 0,5 Ha 5000 + 500 10.101.000.000
TECTONA MANSION (+/-) 3 + 0,25 Ha 3000 + 250 6.121.500.000
TECTONA PALACE (+/-) 1 Ha 1000 2.076.480.000
TECTONA PARK (+/-) 0,5 Ha 500 1.081.920.000
TECTONA HILL (+/-) 0,25 Ha 250 599.760.000
TECTONA GARDEN (+/-) 1000 M² 100 297.360.000

Paket jati (Cluster Tectona) sudah termasuk

  • Mendapatkan bibit 1000 pohon jati Harfam
  • Mendapatkan perawatan, pemupukan dan pengawasan pohon jati Harfam tersebut sampai panen
  • Mendapatkan pembagian 50% dari hasil panen total, potensi hasil panen total 15 Milyar Rupiah
  • Mendapatkan laporan setiap 1 tahun sekali

Garansi :

  • Garansi bibit diganti
  • Garansi pembeli setelah panen

Bonus

  • Royal Tectona GRATIS Tectona Palace
  • Ritz Tectona GRATIS Tectona Park
  • Tectona Mansion GRATIS Tectona Hill

Bagi Hasil 50:50

Data Kenaikan Harga jati

Tahun 2002 2005 2008 2011
Harga / M³ (Rp) 1,398,204 3,617,000 4,252,000 5,177,533
Prosentase Kenaikan 158.69% 17,56% 21,77%
harga jual kayu jati untuk kualitas rata-rata, diameter a3, dan tebang ditempat bekisar Rp. 5.177.000,- per m3 ( data PERHUTANI UNIT II Jatim tahun 2011) – belum dan bekisar Rp. 1.398.000, per m3(data PERHUTANI UNTI II Jatim tahun 2002).Di atas terlihat kenaikan harga jual kayu jati selama tahun 2002 sampai 2011( 9 tahun) bekisar 370%(3,7 kali lipat), note : belum termasuk surecharge
Dengan demikian yang ada berdasarkan data riil hasil dari studi literature yang kami lakukan, dengan ini menyatakan, kami sangat optimis dengan potensi ROI yang ada. Untuk itulah kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergabung dan bekerja sama dengan kami dalam proyek mulia pengembangan aforestasi hutan jati ini. dengan berbagai keuntungan serta manfaat yang ada, masihkah anda menganggap 8 tahun itu lama?
8 tahun itu singkat, jika anda menanam ditahun 2004 maka anda dapat memanen hasilnya pada saat ini dan andapun turut membantu memberikan kebaikan untuk bumi dan orang-orang sekitar kita.
jika harga kayu jati tahun 2011( data perhutani UNIT II Jawa Timur ) adalah Rp. 5.177.000,- per m3, dengan kenaikan 3,7 kali lipat selama 9 tahun, maka dengan perhitungan statistik, maka harga per m3 adalah Rp. 15.926.550,-
  • bibit total tertanam per hektar = 1000 bibit.
  • bagi hasil 50%(500 pohon)
  • Toleransi kematian 10%(100 bibit)
  • Secara optimis perawatan intensif 8 tahun 1 pohon = 1 m3.

Maka Proyeksi Penghasilan
1 Ha adalah
= 450 m3 x Rp. 15.926.550,-
= Rp. 7.166.947.050,-

Perhitungan sangat konservatif di sini kita asumsikan jika tidak ada kenaikan harga sama sekali (1 rupiah pun) selama 8 tahun, yang mana secara statistik tidak pernah terjadi dan dilihat dari sisi potensi komoditas kayu sangat kecil kemungkinan hal tersebut terjadi.

Jika harga kayu jati tahun 2011 (data PERHUTANI UNIT II Jawa Timur) adalah Rp. 5.177.000,- per m3, selama 8 tahun kedepan tanpa mengalami kenaikan, maka perhitungannya adalah:

  • Bibit total tertanam per hektar = 1000 bibit.
  • Bagi hasil 50 % (500 pohon).
  • Toleransi kematian = 10 % (100 bibit).)
  • Secara optimis perawatan intensif 8 tahun 1 pohon = 1 m3.

Maka Proyeksi Penghasilan
1 Ha adalah
= 450 m3 x Rp. 5.177.533,-
= Rp. 2.329.889.850,-