Jati tentunya bukan jenis kayu yang asing bagi Anda. Kayu jenis ini telah menjadi primadona di kalangan pengguna kayu baik seller maupun buyer. Kayu Jati terkenal dengan ketahanannya terhadap serangan jamur dan rayap, nilai estetika yang tinggi, kekuatannya serta pengerjaannya yang mudah. Karena ciri tersebut, kayu jati banyak digunakan untuk bahan baku: pintu, rangka jendela, interior dan eksterior furnitur, lantai atau flooring, ukiran. Bahkan di beberapa negara, kayu jati digunakan untuk decking kapal atau yachts.

Tingginya permintaan terhadap kayu Jati tidak di imbangi dengan suplai yang mencukupi. Meningkatnya permintaan produk kayu jati dari dalam negeri maupun untuk kebutuhan ekspor khususnya menyebabkan peningkatan kebutuhan kayu jati untuk produk olahan. Namun demikian, saat ini pasokan kayu jati untuk industri pengolahan kayu mengalami penurunan. Kebutuhan kayu jati dalam negeri mencapai angka 2,5 juta m3 per tahun hanya mampu dipenuhi sebanyak 0,75 juta m3 per tahun. Penyebabnya adalah semakin berkurangnya ketersediaan lahan serta faktor dan umur panen kayu jati yang sangat panjang, yaitu minimal 40 tahun, sehingga mengurangi pasokan secara terus menerus.

Kondisi ini mendorong para ahli botani dan budiya hutan untuk mengembangkan spesies Jati Unggul. Jati ini merupakan hasil rekayasa genetik (pemuliaan tanaman) dan kultur jaringan sehingga menghasilkan bibit – bibit yang cepat tumbuh.  Bibit induk dari jati unggul merupakan tanaman terbaik yang telah dipilih dan diseleksi dari jati – jati yang ada baik berasal dari dalam maupun luar Indonesia. Tanaman yang telah dipilih tersebut dibiakan secara vegetatif melalui proses bioteknologi yaitu kultur jaringan (menumbuhkan sel jaringan menjadi tanaman biasa dalam media kultur dengan kondisi lingkungan tertentu). Jika Jati lokal membutuhkan waktu puluhan tahun untuk mencapai diameter 20 cm, Jati hasil pemuliaan tanaman hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 tahun. Selain itu jati ini juga memiliki beberapa keunggulan seperti; tingkat keseragaman yang tinggi, tahan terhadap serangan hama dan penyakit, batang bebas cabang yang relatif tinggi serta tingkat kelurusan batang yang relatif lebih baik.

Ketersedian bibit Jati unggul yang kini dibuka lebar di pasaran tentunya membuat masyarakat berlomba – lomba ingin memilikinya. Pangsa pasar yang besar dan hasil panen yang lebih cepat menjadikan bisnis ini berpotensi hasil yang luar biasa.  Jika selama ini dunia masih kebingungan dengan suplai kayu Jati yang terus mengalami penurunan, maka dalam beberapa tahun ke depan tidak perlu ada kekhawatiran lagi. Selain meningkatkan geliat ekonomi, pasokan dari Jati unggul ini akan menyelamatkan warisan seni ukiran Jati dari kepunahan akibat kekurangan bahan baku. Luar biasa bukan? Apakah Anda siap berkecimpung dalam ranah menjanjikan ini?