6 Fakta Menarik Gunung Ambeso di Tana Toraja yang Terkenal Sebagai Penghasil Kopi

Read Time:3 Minute, 39 Second

harfam.co.id, Jakarta – Gunung Ambeso merupakan salah satu gunung yang berada di Kecamatan Gandang Batu Sillanan, Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Dikenal dengan nama lain Benteng Ambeso, Ambesu, gunung ini mempunyai ketinggian rata-rata 1971 meter di atas permukaan laut.

Dikutip dari Gunung Bagging Kaca Selasa 28 Mei 2024 Gunung Ambeso relatif kurang dikenal dibandingkan gunung lain di Indonesia. Puncaknya dapat dicapai dengan berjalan kaki selama setengah hari. 

Dikelilingi oleh pegunungan yang panas, arsitektur lokal yang memukau, dan masyarakat yang sangat ramah, hanya masalah waktu sebelum Gunung Ambeso menjadi lebih terkenal. Ambeso kini didaki beberapa kali dalam setahun oleh pelajar lokal dari wilayah selatan Toray.

Ada banyak hal tentang Gunung Ambeso selain lokasi dan ketinggiannya. Berikut enam fakta menarik Gunung Ambeso yang dihimpun tim gaya hidup harfam.co.id dari berbagai sumber.  1. Titik awal pendakian

Siapa pun yang terbang ke Bandara Tana Toray yang baru akan dapat melihat Gunung Ambeso pada hari yang cerah. Dengan semakin banyaknya penerbangan, besar kemungkinan minat masyarakat untuk berkunjung ke Gunung Ambeso akan semakin meningkat.

Dari jalan utama selatan bandara, arahkan kendaraan Anda menuju Gandang Batu Silanan. Terlepas dari apa yang disarankan oleh aplikasi peta, lebih baik tetap berada di jalan utama beraspal sampai ke Benteng Ambeso daripada mencoba melalui jalan sempit. Sepanjang perjalanan Anda akan menjumpai pemandangan menakjubkan dengan punggung bukit karst yang mendominasi cakrawala di beberapa arah.

Setelah melewati Gandang Batu Silanan yang berada pada ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut, Anda harus berbelok ke kanan dan segera berbelok ke kiri hingga jalan berubah menjadi jalan setapak batu. Sepeda motor bisa diparkir di sini pada ketinggian sekitar 1.340 meter di atas permukaan laut.

Ikuti jalan batu hingga pertigaan dan belok kiri (1.369 meter di atas permukaan laut). Segera setelah itu, belok kanan melewati sebuah rumah kayu besar (1379 meter di atas permukaan laut), yang merupakan ujung jalan setapak, namun tidak diberi tanda.

Ikuti jalan ini melewati perkebunan kopi sebelum mencapai gubuk kayu kecil (1455 meter di atas permukaan laut). Ini dianggap sebagai postingan pertama. Di luar gubuk terdapat kolam kecil berisi air (1491 meter di atas permukaan laut).

Pendaki lokal telah mengikatkan tali plastik biru dan hijau ke dahan untuk memudahkan navigasi. Berikutnya adalah kawasan berbatu (1534 meter di atas permukaan laut) yang tampak seperti taman bertembok acak. Di sini Anda memiliki pemandangan pegunungan di sisi lain lembah.  

Setelah melewati pos 3 medan menjadi lebih berbatu dengan batu-batu besar (1.813 mdpl). Kemudian masuki jalan terjal di ketinggian 1.848 meter di atas permukaan laut yang menandai ujung hutan dan mulailah menikmati pemandangan indah saat Anda mendekat. 

 

Aliran kecil dan pipa air (1539 meter dpl) merupakan satu-satunya tempat untuk mengisi botol air, namun jika perjalanan singkat tidak perlu. Di luar saluran air terdapat pos ke-2 (1616 meter di atas permukaan laut), di mana jalan setapak memasuki hutan yang tertata rapi.

Pendaki gunung bisa menginap di pos 2 di area datar kecil yang cukup luas untuk beberapa tenda kecil. Pos 3 (1728 mdpl) sama dengan Pos 2 dan juga bisa digunakan sebagai tempat berkemah. 4. Terkenal sebagai pembuat kopi

Dikutip dari laman Sulawesi Coffee, seperti banyak tempat di Toraja, tempat ini terkenal dengan kopi berkualitas tinggi. Kopi Benteng Ambeso Toraja ibarat permata tersembunyi di gurun pasir yang belum banyak diketahui orang namun memiliki cita rasa istimewa yang sesuai dengan keindahan dan kelangkaannya.

Kopi ini merupakan jenis kopi yang berasal dari Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kopi ini terkenal dengan cita rasanya yang khas dan menjadi salah satu kebanggaan Sulawesi Selatan. 

Setelah melewati Pos 3, puncak menara batu yang berdiri di sebelah utara kini terlihat jelas dan sebaiknya Anda lewat ke kiri. Pos 4 (1932 mdpl) tidak cocok untuk berkemah dan sebenarnya hanya merupakan persimpangan kecil antara Puncak 1 (puncak sebenarnya) dan puncak kecil 2 (1965 mdpl).

Puncaknya sebenarnya terasa seperti benteng, dengan apa yang tampak seperti tembok batu di atasnya. Pemandangannya menakjubkan dan pada hari cerah mencakup pegunungan karst yang tak terhitung jumlahnya. 6. Anda bisa melihat Puncak Latimonga

Titik pengamatannya berada di puncak Gunung Pango Pango di timur laut di atas kota Makale dan pegunungan Latimojong di ujung tenggara. Kebanyakan pendaki akan sampai di sini dalam waktu kurang dari 2 jam dan pemandangannya merupakan hadiah yang bagus untuk berjalan kaki singkat. 

Jika Anda memutuskan untuk mengunjungi Puncak 2, berhati-hatilah karena jalurnya lebih sulit. Untuk turun, sebagian besar pendaki dapat kembali ke ujung jalan setapak dalam waktu sekitar 90 menit.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Chelsea Diminta Bajak 2 Bintang Manchester United di Bursa Transfer
Next post Profil Robinho, Eks Real Madrid yang Dipenjara 9 Tahun Dalam Kasus Pemerkosaan