6 Jenis Kucing Hutan Indonesia yang Indentik dengan Harimau

Read Time:2 Minute, 41 Second

Jakarta – Habitat kucing liar atau hutan sangat luas di Indonesia. Hewan ini tersebar luas di Pulau Sumatera, Jawa, Bali bahkan di Pulau Kalimantan. Di Asia Tenggara, populasi hewan ini terus mengalami penurunan. tahun.

Salah satu penyebabnya adalah hilangnya kawasan hutan, lahan basah, dan fragmentasi habitat.

Parahnya lagi, ras kucing hutan seringkali dilarang karena nilai ekonominya yang tinggi. Banyak orang lebih menyukai hewan liar karena mengincar kulit dan bagian tubuh lainnya. Contohnya seperti kucing hilang atau Kongkok Mew.

Menurut Daftar Merah IUCN, sejak 2018, hewan ini terancam punah akibat rusaknya lahan basah di habitatnya. Selain itu, ras Mew Kongkok sering dijual untuk konsumsi hewan peliharaan.

Meskipun dalam PP no. Di tahun Pada tahun 1999, pemerintah secara tegas melarang praktik ini. Sesuai aturan tersebut, sanksi bagi pelanggarnya maksimal lima tahun penjara dan denda maksimal Rp100.000.000.

6 jenis kucing hutan yang terancam punah : 1. Kucing merah (Prionailurus rubiginosus) Kucing merah merupakan kucing hutan berukuran kecil yang hidup di hutan hujan dataran rendah kalimantan. Kucing berwarna merah memiliki bulu berwarna merah kecoklatan dengan bintik hitam dan ekor yang panjang. Akibat hilangnya habitat dan perburuan liar, kucing merah diklasifikasikan sebagai spesies rentan oleh IUCN.

2. Kucing bakau (Prionailurus viverrinus) Kucing bakau merupakan kucing hutan berukuran kecil yang hidup di hutan bakau dan rawa di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Kucing bakau memiliki bulu berwarna abu-abu kecoklatan dengan bintik hitam dan ekor pendek. Kucing pemancing diklasifikasikan sebagai Hampir Terancam oleh IUCN.

3. Kucing batu (Pardofelis marmorata) Kucing batu merupakan kucing hutan berukuran kecil yang hidup di hutan dataran rendah dan pegunungan di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Kucing batu memiliki bulu berwarna abu-abu kecokelatan dengan pola bintik hitam dan ekor pendek. Kucing batu diklasifikasikan sebagai spesies yang terancam punah oleh IUCN.4. Kucing Emas (Katopuma temminki) Kucing emas merupakan kucing hutan tropis yang hidup di hutan dataran rendah dan pegunungan tropis di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Kucing emas memiliki bulu berwarna coklat keemasan dengan bintik hitam dan ekor yang panjang. Kucing emas merupakan spesies yang terancam punah menurut IUCN.5. Kucing Tandang (Prionailurus planiceps) Kucing Tandang merupakan kucing hutan berukuran kecil yang hidup di hutan hujan dataran rendah Sumatera dan Kalimantan. Tidak ada kucing yang memiliki bulu berwarna abu-abu kecokelatan dengan pola bintik hitam dan ekor pendek. Kucing merupakan spesies yang terancam punah oleh IUCN.

6. Kucing hutan (Prionailurus bengalensis)

Kucing hutan merupakan kucing hutan berukuran kecil yang hidup di berbagai habitat di seluruh Asia Tenggara, termasuk hutan, padang rumput, dan perkotaan. Kucing hutan memiliki bulu berwarna abu-abu kecokelatan dengan bintik hitam dan ekor pendek. Kucing hutan diklasifikasikan sebagai spesies berisiko rendah oleh IUCN. Selain jenis-jenis tersebut di atas, masih ada lagi jenis kucing hutan yang ada di Indonesia seperti:

Kucing macan (Prionailurus bengalensis)

Kucing Kongkok (Prionailurus rubiginosus)

Macan Dahan Kontinental (Neofelis nebulosa)

Macan Dahan Kalimantan (Neofelis diardi)

Kucing hutan berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Mereka adalah predator penting yang membantu mengendalikan hewan pengerat dan predator lainnya. Lynx adalah penyerbuk penting tanaman hutan.

Sayangnya, banyak spesies kucing hutan di Indonesia yang terancam punah akibat hilangnya habitat, perburuan liar, dan perdagangan satwa liar. Kita perlu mengambil tindakan untuk melindungi kucing liar dan habitatnya serta memungkinkan mereka berkembang biak dan berkembang biak di alam liar.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Ukraina Sesumbar Jebol Ratusan Situs Militer Rusia
Next post Ditemani Kakaknya sejak Pagi, Peserta UTBK 2024 Ini Berjuang Agar Diterima di UPNVJ