80 Persen Pasien Kanker Nasofaring Datang dengan Keluhan Pembesaran Kelenjar Getah Bening

Read Time:2 Minute, 7 Second

harfam.co.id, Jakarta Pembesaran kelenjar getah bening bisa menjadi tanda kanker nasofaring. Oleh karena itu, jika Anda melihat adanya perluasan pada area ini, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Ferucha Moulanda, dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan “Kanker Nasofaring dan Fakta yang Perlu Anda Ketahui!” Diposting oleh RSCM di Instagram.

Feunda menjelaskan, nasofaring terletak di atas daerah tenggorokan dan kaya akan pembuluh limfatik atau kelenjar getah bening. Sehingga jika terjadi gangguan dapat mengakibatkan perluasan wilayah.

Selain itu, keluhan umum lainnya adalah gangguan pendengaran pada salah satu telinga, seperti sensasi tertutup seperti ada air yang masuk. Hal ini terjadi karena tumor mengarah ke saluran Eustachius, saluran yang menghubungkan telinga dengan nasofaring.

Oke, keluhan lainnya apa? Kalau menyebar lebih jauh dan masuk ke rongga hidung atau rongga hidung, itu keluhan hidung tersumbat, misalnya di satu sisi atau seperti pilek, kata Feunda, mengutip Antara.

Ia meyakini gejala tersebut disalahartikan sebagai gejala infeksi saluran pernapasan atas atau sinusitis.

Gejala lainnya adalah penglihatan ganda, kata Ferunça, yang disebabkan oleh tumor yang mempengaruhi dasar tengkorak, tempat banyak ditemukan serabut saraf.

Masalah menelan, suara serak, sesak napas juga bisa terjadi, tambahnya.

 

Kanker nasofaring merupakan kanker yang paling umum diantara kanker kepala dan leher. Menurutnya, kanker nasofaring menempati urutan keempat atau kelima setelah kanker payudara, kanker serviks, dan kanker kulit di Indonesia.

“Di dunia mungkin lebih rendah, karena secara geografis mayoritas berdasarkan etnis. Etnisnya beda-beda, bule cukup jarang.”

Ia menjelaskan, kanker ini tidak hanya menyerang orang lanjut usia, melainkan orang dewasa berusia 39 hingga 40 tahun, bahkan remaja.

Hal ini menjadi tantangan bagi dokter anak karena anak kesulitan mengungkapkan gejala yang dialaminya, kata Ferunça.

Jika masih dalam tahap pertama, pengobatannya mungkin menggunakan radiasi. Sedangkan jika sudah masuk stadium 2 ke atas harus menggunakan kemoterapi. Menurutnya, terapi ini merupakan pengobatan utama. Ada juga perawatan suportif, seperti meningkatkan pendengaran dan kebersihan mulut.

Dari segi angka harapan hidup, kemungkinannya adalah 88 hingga 90 persen pada tahap pertama, 72 hingga 75 persen pada tahap kedua, 60 hingga 65 persen pada tahap ketiga, dan 45 hingga 49 persen pada tahap keempat, dengan asumsi pasien mengikuti terapi. dan pengobatan secara disiplin, kata Ferrucci.

 

Sejumlah langkah dapat dilakukan untuk mencegah seseorang terkena kanker nasofaring. Mereka yang bekerja di pabrik, kata dia, sebaiknya memakai alat pelindung diri untuk menghindari kontaminasi yang dapat mengiritasi nasofaring.

Selain itu, ia mengatakan pola makan sehat, aktivitas fisik, dan pola hidup seimbang juga diperlukan. Aktivitas fisik atau olah raga penting untuk menjaga jantung dan pembuluh darah tetap bekerja dengan baik, sehingga jika sel-sel rusak segera diganti dan tidak berlanjut ke tahap pembentukan kanker.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Rahasia Chemistry Kuat Indra Birowo dan Amanda Manopo di Series Pay Later: Gampang Banget!
Next post Telin dan KT Corporation Tekan MoU Guna Wujudkan Konektivitas Digital di Asia-Pasifik