Antisipasi Aritmia dan Henti Jantung Saat Mudik Lebaran dengan 3 Hal Ini

Read Time:1 Minute, 57 Second

harfam.co.id, Jakarta – Idul Fitri menjadi saat yang dinantikan banyak orang saat kembali ke kampung halaman dan bertemu keluarga. Namun, perjalanan pulang yang jauh dan melelahkan dapat meningkatkan risiko kesehatan seperti aritmia dan serangan jantung.

Aritmia adalah gangguan irama jantung yang menyebabkan jantung berdetak lebih cepat, sedangkan henti jantung adalah kondisi dimana jantung berhenti berdetak. Kedua kondisi tersebut bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Selain itu, serangan jantung bisa terjadi secara tiba-tiba dan tanpa keluhan atau gejala. 

Sunu Budhi Raharjo, Dokter Spesialis Kardiovaskular dan Konsultan Aritmia menjelaskan, penguasaan alat bantu hidup dasar merupakan salah satu bentuk antisipasi yang bisa dipersiapkan sebelum berangkat Idul Fitri.

“Mumpung masih ada waktu, mari kita semua belajar alat bantu hidup dasar. Sederhana saja, paling sederhana yang bisa dilakukan siapa pun,” kata Sunu.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, bantuan hidup dasar adalah serangkaian tindakan darurat yang dirancang untuk menyelamatkan nyawa seseorang yang menderita kondisi medis yang mengancam jiwa.

Bantuan hidup dasar terdiri dari mengenali kondisi korban, memanggil pertolongan, memeriksa respon korban, melakukan resusitasi jantung paru dan melakukan pernafasan buatan.

Dengan menguasai alat bantu hidup dasar, pasien yang menderita aritmia dan serangan jantung setidaknya bisa diberikan pertolongan pertama dan kemudian ditangani oleh tenaga medis.

Stres dan kelelahan dapat menyebabkan aritmia dan bahkan serangan jantung. Saat pulang ke rumah, tidak menutup kemungkinan akan terjadi rasa kurang tidur terutama bagi pengemudi, perubahan pola makan, stres lalu lintas, dan kurang istirahat selama perjalanan. 

Sunu mengatakan stres dapat meningkatkan adrenalin dalam tubuh dan membuat jantung bekerja lebih keras akibat adanya rangsangan.

“Bagi yang jantungnya sehat tidak ada masalah. Namun bagi yang pompa jantungnya sudah lemah tentu akan lebih berisiko,” jelasnya.

Begitu pula ketika lelah, seseorang yang mengalami kelelahan pada otot jantung akan rentan mengalami kejang dan menyebabkan henti jantung. 

Oleh karena itu, penting untuk mengelola stres dan istirahat yang cukup saat mudik Lebaran.

Kenali tanda-tanda peringatan dini aritmia dan serangan jantung untuk mendapatkan pertolongan medis sesegera mungkin. 

“Bagi orang yang berisiko, sering jantung berdebar, tidak menentu, atau bahkan pingsan, pastikan hal-hal tersebut tidak berisiko tinggi,” kata Sunu.

Berkonsultasi dengan dokter sebelum mudik lebaran juga penting dilakukan untuk memastikan tanda-tanda tersebut memang mengarah pada aritmia atau penyakit lainnya. 

Namun jika gejala seperti jantung berdebar, pusing, nyeri dada bahkan sampai pingsan terjadi di tengah perjalanan, disarankan untuk segera istirahat dan menemui petugas medis untuk mencegah terjadinya hal yang lebih buruk. 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Ahli Beberkan Ciri-ciri Fisik Penyebab Sindrom Havana
Next post ITS Bangun Living Laboratory Renewable Energy Terbesar dan Pertama di Indonesia