Bank Mandiri: Kebijakan BI Naikkan Suku Bunga Jadi Langkah Pre-emptive

Read Time:1 Minute, 33 Second

harfam.co.id, JAKARTA – PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri) menyatakan kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate merupakan langkah maju dan langkah maju bagi perbankan. untuk menjamin stabilitas ekonomi dan keuangan pasar.

Risiko tersebut, kata perusahaan, antara lain konflik geopolitik yang sedang berlangsung di Timur Tengah dan kemungkinan tertundanya penurunan suku bunga Amerika Serikat (AS) atau Fed Funds Rate (FFR).

“Dalam konteks ini, kami memandang bahwa menjaga stabilitas keuangan sangat penting bagi sektor keuangan, khususnya perbankan dan negara-negara besar, untuk dapat menerapkan kebijakan yang sehat dan rasional, di tengah ketidakpastian dan volatilitas global,” ujarnya Mandiri. Teuku Ali Usman dalam keterangannya yang ditulisnya di Jakarta, Rabu (24/4/2024).

Sebelumnya, dalam keterangan terpisah pada Jumat (19/4), Bank Mandiri menegaskan kondisi keuangan bank tersebut masih kuat meski ada volatilitas rupee, volatilitas ekonomi global, dan faktor geopolitik.

Perseroan juga menilai posisi sentral Bank Mandiri berada pada posisi yang baik dengan likuiditas yang tinggi sehingga dapat menjadi buffer jika terjadi guncangan perekonomian dan pasar keuangan.

Diberitakan sebelumnya, BI pada Rabu kemarin mengumumkan kenaikan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6,25 persen. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan stabilitas nilai tukar dan mencegah pertumbuhan ekonomi dari dampak sirkulasi global.

BI menaikkan suku bunga simpanan sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen dan suku bunga pinjaman sebesar 25 basis poin menjadi 7 persen Keputusan kenaikan BI-Rate diambil dalam Rapat Dewan Gubernur BI (RDG) yang diselenggarakan pada 23 April -24. 2024.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan keputusan tersebut diambil untuk memastikan inflasi tetap berada dalam target 2,5 plus minus satu persen pada tahun 2024 dan 2025 seiring dengan stabilnya kebijakan moneter.

Pada RDG BI sebelumnya yang digelar pada 19-20 Maret 2024, BI mematok suku bunga acuan sebesar 6 persen. Saat ini, suku bunga deposito sebesar 5,25 persen dan bunga pinjaman ditetapkan sebesar 6,75 persen.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Adira Finance Terima Pinjaman Sindikasi Setara Rp 4,73 Triliun dari MUFG Bank
Next post IHSG Berpotensi Menguat Terbatas, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini 18 Maret 2024