Berikut Bacaan Doa Qunut Subuh, Lengkap dengan Tulisan Arab dan Latinnya

Read Time:2 Minute, 21 Second

harfam.co.id, Jakarta – Kunut Subuh adalah shalat yang dilakukan sebelum rakaat terakhir sambil berdiri dalam gerakan iktidal. Saat salat subuh berjamaah, imam berpesan untuk menguatkan suara saat menunaikan salat qunut subuh.

Qunut pagi merupakan shalat sunah menurut Syafi’i dan Maliki, berdasarkan hadits Anas bin Malik: “Rasulullah biasa mengerjakan qunut pada shalat subuh hingga meninggalkan dunia.” HR Ahmad).

Dua qunut subuh mempunyai arti yang berbeda-beda seperti memohon petunjuk, mengucap syukur, memohon petunjuk, memuji keagungan Allah SWT dan mendoakan Nabi Muhammad SAW.

Qunut adalah salah satu bentuk shalat dan ada tiga jenis qunut sunnah, qunut ata, qunut witr dan qunut nazilah di paruh terakhir Ramadhan.

Imam Al-Nawawi berkata dalam Al-Azkar, “Qunut salat subuh adalah sunnah berdasarkan hadits shahih Anas bahwa qunut salat subuh selalu qunut hingga wafatnya Nabi. Abu Abdullah dalam Arba’, dan beliau menyatakan bahwa hadits ini benar adanya,” (Muhyiddin Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkar, Beirut, Darul Fikri, 1994, halaman 59). Demikianlah bacaan salat Qunut Subuh

Menurut Imam An-Nawawi, pagi hari Qunut merupakan sunnah muakkadah. Meskipun kelalaiannya tidak membatalkan shalat, namun dianjurkan untuk tetap melaksanakan shalat tanpa disengaja atau disengaja. Doa Qunut adalah sebagai berikut.

اللهch الىى l viamCenmcon معالى فران فرنىى فران ن قضی ای ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن ن

“Allahummahdini fi man hadait, wa ‘afini fi man’ afait, wa tawallani fi man tawallait, wa barikli fi ma a’tait, wa kini Shyarra ma kadhait, fa innaka takdhi wa la yukdha ‘ala aaluila wa la yukdha ‘ala aaluila, wa ya ila i ila y . la yaizzu man ‘adait, tabarakta rabbana wa taalait, fa lakal hamdu ala ma kadhait, wa astaghfiruka wa atubu ilaik, wa alallahu ‘ala sayidina muhammadin nabiyil ummiii wa ‘ala alihi wa shahbihii.”

Doa qunut di atas biasanya dibacakan pada saat melaksanakan shalat itu sendiri. Namun jika shalat dilakukan secara berjamaah, Imam disarankan untuk mengubah seruan “Ihdini (bimbing aku)” menjadi “Ihdina (bimbing kami)”.

Sebab menurut pendapat Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Muin, makruhnya imam mendoakan dirinya sendiri pada saat salat berjamaah. Beliau bersabda, “Imam dilarang salat khusus untuk dirinya sendiri pada saat salat qunut, karena ada larangan di dalamnya. Oleh karena itu, imam harus membaca ihdina” (Fathul Muin, halaman 44).

Saat membacakan doa Qunut, imam disarankan untuk meninggikan suara dan membenarkan makmumnya. Selain itu, para imam disarankan untuk mengangkat kedua tangan saat salat di tempat umum. Namun yang lebih penting ada syahwat dan hasrat saat berdoa, telapak tangan menghadap ke atas. Nah ketika berdoa, punggung telapak tangan menghadap ke atas, sebagai permohonan agar terhindar dari pertentangan atau rintangan. Tuhan memberkati.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post 5 Tipe Kepribadian MBTI yang Mampu Bertahan dalam LDR, Dijamin Setia
Next post 5 Manajer Tersukses Liverpool, Sulap Si Merah Jadi Klub Terbaik Inggris