Bursa Saham Asia Beragam, Investor Menanti Suku Bunga Pinjaman China

Read Time:2 Minute, 54 Second

harfam.co.id, Jakarta – Saham-saham Asia Pasifik bervariasi pada awal sesi perdagangan Kamis (20/06/2024) karena investor menunggu suku bunga utama pinjaman satu tahun dan lima tahun di China.

Menurut CNBC, patokan sebagian besar pinjaman korporasi dan rumah adalah tingkat bunga satu tahun. Sementara itu, suku bunga lima tahun menjadi patokan untuk KPR real estate. Suku bunga pinjaman satu tahun saat ini sebesar 3,45 persen, dan pinjaman lima tahun sebesar 3,95 persen.

Awal pekan ini, bank sentral Tiongkok mempertahankan suku bunga pinjaman jangka menengah satu tahun stabil di 2,5 persen.

Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,06 persen. Sementara itu, indeks Kosdaq menguat 0,04 persen. Sedangkan indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,28 persen. Sedangkan indeks Topix melemah 0,12 persen, sedangkan indeks ASX 200 melemah.

Pada saat yang sama, perekonomian Selandia Baru telah keluar dari resesi teknis, dalam tiga bulan pertama tahun 2024. bulan ini naik 0,2 persen dari kuartal sebelumnya, mengalahkan ekspektasi jajak pendapat Reuters untuk ekspansi 0,1 persen.  Sepanjang tahun ini, perekonomian tumbuh sebesar 0,2 persen.

Indeks Hang Seng Hong Kong berada 18,391 di bawah level tertinggi terakhirnya di 18,430.39.

Di Wall Street, S&P 500 dan Nasdaq berjangka masing-masing naik 0,04 persen dan 0,19 persen. Indeks Dow Jones turun 0,17 persen.

Sebelumnya pada Rabu (19/6/2024), pasar saham Hong Kong memimpin Asia. Indeks Hang Seng naik hampir 3 persen, dipimpin oleh saham-saham energi dan komoditas.

Mengutip CNBC, indeks CSI 300 turun 0,47 persen menjadi 3.528,75 poin. Pasar ekuitas di kawasan Asia memperoleh kenaikan terbesar setelah tahun 2024 pada hari Selasa, 18 Juni, patokan Wall Street mencapai level tertinggi baru. Bahkan perusahaan kecerdasan buatan Nvidia telah melampaui Microsoft sebagai perusahaan saham paling berharga di dunia.

Saham Nvidia melonjak 3,5 persen di Wall Street dan naik 174 persen tahun ini. Di sisi lain, investor Asia mengapresiasi data perdagangan Jepang bulan Mei, yang memperlihatkan ekspor melebihi ekspektasi. Ekspor naik 13,5 persen pada tahun ini, dibandingkan dengan pertumbuhan 13 persen yang diperkirakan oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters. Namun, pertumbuhan impor sebesar 9,5 persen lebih tinggi dari perkiraan kenaikan sebesar 10,4 persen.

Investor juga mengamati indeks Reuters Tankan, yang menunjukkan kepercayaan bisnis di antara produsen terkemuka Jepang turun ke +6 dari +9 di bulan Mei. Di sisi lain, kepercayaan bisnis non-manufaktur naik menjadi +31 dari +26 pada tahun 2024. Mei.

Tankan mengukur kepercayaan bisnis pada perusahaan Jepang, dan angka positif berarti perusahaan lebih optimis dibandingkan perusahaan yang pesimistis, begitu pula sebaliknya.

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,23 persen menjadi 38.570,76 poin. Indeks Topix naik 0,47 persen menjadi 2.728,64 poin. Indeks Kospi Korea Selatan naik 1,2 persen, dipimpin oleh kenaikan saham Samsung Electronics. Saham LG Electronics naik 6,09 persen, sedangkan saham SK Hynix turun 0,43 persen. Sementara itu, indeks Kosdaq menguat 0,26 persen menjadi 861,17 poin.

Indeks Taiwan naik hampir 2 persen menjadi 23.209,54 dipimpin oleh saham Foxconn dan Taiwan Semiconductor Manufacturing yang masing-masing naik 2,27 persen dan 4,03 persen. Indeks fesyen India mencapai titik tertinggi baru. Sedangkan indeks ASX 200 Australia melemah 0,11 persen menjadi 7.769,7 poin.

Di Wall Street, indeks S&P 500 mencapai rekor tertinggi, naik 0,25 persen. menjadi 5487,03 poin. Indeks Nasdaq naik 0,03 persen menjadi 17.862,23 poin. Indeks Dow Jones bertambah 0,15 persen.

 

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Akhirnya Terkuak, Segini Harga Xiaomi 14 di Indonesia
Next post Top 3 Tekno: Ultah Telkomsel hingga Juara Turnamen MLBB Fnatic Onic Jadi Sorotan