Cara Meningkatkan Produksi Sperma untuk Kesuburan Pria

Read Time:3 Minute, 52 Second

harfam.co.id, Jakarta Saat Anda mengalami ejakulasi, hanya satu dari sekian banyak sperma yang mendapat persaingan untuk membuahi sel telur.

Jika produksi sperma rendah, kemungkinan pasangan untuk hamil pun menurun karena jumlah sperma yang terbatas.

Kondisi oligozoospermia yang ditandai dengan jumlah sperma di bawah 15 juta per mililiter air mani ini bisa disebabkan oleh sejumlah faktor seperti kesehatan, tingkat stres, pola makan, dan paparan lingkungan.

Ada cara yang aman dan alami untuk meningkatkan produksi sperma. Metode ini dan fitur-fitur yang terlibat dijelaskan dalam artikel dari Health.com (06/03).

Berikut beberapa cara untuk meningkatkan jumlah sperma Anda. Kurangi alkohol

Penelitian menunjukkan bahwa minum terlalu banyak alkohol (lebih dari 10 gelas seminggu) secara signifikan mengurangi jumlah sperma pada orang sehat secara umum. Berhenti merokok

Menurut sebuah penelitian pada tahun 2019, mereka yang merokok setidaknya selama 10 tahun memiliki jumlah sperma dan volume air mani yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan bukan perokok.

Namun, mereka yang berhenti merokok mampu meningkatkan jumlah spermanya dalam waktu tiga bulan. Berolahraga secara teratur

Orang yang rutin berolahraga cenderung lebih tinggi dibandingkan mereka yang kurang aktif.

Menurut penelitian tahun 2017, menggerakkan atau mengangkat beban tiga kali seminggu selama sekitar satu jam juga membantu meningkatkan jumlah sperma.

Namun, meski olahraga dapat meningkatkan jumlah sperma, penelitian juga menemukan bahwa olahraga tidak meningkatkan peluang pria hamil pasangannya secara signifikan selama perawatan kesuburan. Istirahat yang cukup dan kurangi stres

Mengurangi tingkat stres melalui aktivitas fisik, meditasi, latihan pernapasan, yoga atau hiburan dapat membantu meningkatkan jumlah sperma. Stres tampaknya mengurangi sekresi hormon luteinizing (LH) dan testosteron, yang dapat menurunkan jumlah sperma. Tidur yang cukup juga penting untuk mengelola stres dan menjaga jumlah sperma yang sehat. Pilih makanan yang kaya antioksidan

Senyawa antioksidan dalam makanan nabati dapat mencegah atau menunda kerusakan sel.

Mengonsumsi buah dan sayur yang kaya antioksidan dapat membantu mengurangi risiko kerusakan DNA sperma, yang memengaruhi jumlah dan kualitas sperma.

Beberapa contoh senyawa antioksidan dan makanan yang mengandungnya antara lain vitamin C, vitamin E, beta karoten, beta cryptoxanthin, dan lutein. Gunakan makanan antioksidan

Penggunaan suplemen antioksidan juga dapat membantu meningkatkan produksi sperma.

Sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa pria yang mengonsumsi 400 mg koenzim Q10 (CoQ10) setiap hari mengalami peningkatan yang signifikan dalam jumlah dan motilitas sperma. Pilih lemak sehat

Sperma yang sehat membutuhkan asam lemak yang hanya bisa didapat dari makanan. Untuk meningkatkan jumlah dan kualitas sperma, cobalah makan lebih banyak kacang-kacangan, biji-bijian, minyak nabati, dan ikan berlemak yang kaya omega-3.

Sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa pria dengan masalah kesuburan yang mengonsumsi asam lemak omega-3 mengalami peningkatan konsentrasi dan motilitas sperma. Gunakan suplemen fenugreek dan asam D-aspartat

Fenugreek (Trigonella foenum-graecum) merupakan tanaman yang banyak dijual sebagai bahan pangan. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi 600 mg ekstrak biji fenugreek testofen selama 12 minggu membantu meningkatkan kadar testosteron, yang memengaruhi jumlah sperma.

Asam D-aspartat (D-AA) adalah asam amino yang diperlukan untuk produksi testosteron dan dapat dikonsumsi sebagai suplemen makanan. D-AA ditemukan di testis, air mani dan sperma.

Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi D-AA membantu beberapa pria meningkatkan kadar testosteronnya, yang memengaruhi kualitas dan kuantitas sperma.

Ada banyak faktor di luar kendali kita yang dapat menurunkan jumlah sperma yang diproduksi. Penting untuk segera menemui dokter Anda untuk mendiskusikan masalah ini.

Beberapa faktor utama yang dapat menurunkan jumlah sperma antara lain penggunaan obat-obatan, paparan bahan kimia, konsumsi steroid anabolik, serta paparan suhu tinggi.

Jika perubahan gaya hidup tidak berhasil meningkatkan jumlah sperma, perawatan kesuburan bisa menjadi pilihan untuk meningkatkannya.

Layanan medis akan merekomendasikan salah satu pilihan pengobatan infertilitas berikut: Penggunaan antibiotik Penggunaan Serophene atau Clomid (clomiphene) Penggunaan Choragon (human chorionic gonadotropin) Penggunaan Femara (letrozole) Inseminasi intrauterin (IUI) Proses fertilisasi in vitro (IVF) )

Disarankan juga untuk mengonsumsi beberapa jenis sayuran hijau, produk susu seperti susu dan yogurt, ikan salmon, telur, daging dan sumber protein lainnya untuk meningkatkan kualitas sperma. Penting juga untuk menjaga asupan cairan dengan minum setidaknya delapan gelas air sehari.

Untuk meningkatkan kandungan vitamin C pada makanan yang bermanfaat untuk meningkatkan kehamilan, ayah dapat memilih mengonsumsi beberapa makanan, seperti jeruk, cabai, kiwi, stroberi, tomat, brokoli, jeruk nipis, pisang, dan mangga.

Ejakulasi setiap hari tidaklah berbahaya karena tubuh pria yang sehat menghasilkan jutaan sperma setiap harinya. Penelitian menunjukkan bahwa proses pematangan sperma membutuhkan waktu 74 hari. Selain itu, ejakulasi setiap hari tidak menyebabkan kekurangan sperma dalam tubuh.

Biasanya, kondisi sperma atau air mani yang encer dianggap sebagai kondisi yang normal. Misalnya, cairan pra-ejakulasi seringkali memiliki konsistensi cair dan berwarna bening.

Penyebab sperma sedikit berbeda dan mencakup banyak faktor. Mulai dari kondisi medis seperti infeksi, gangguan ejakulasi, tumor, kelainan kromosom, hingga ketidakseimbangan hormon. Penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat menurunkan produksi sperma. Selain itu, gaya hidup yang tidak sehat juga bisa menyebabkan penurunan jumlah sperma.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Mazda Hadirkan 2 Mobil Keren di Auto China 2024
Next post Samsung Galaxy S24 Resmi Meluncur di Indonesia, HP Terbaru dengan Galaxy AI