Cegah Risiko Masalah, LPPI Usul Penguatan Aturan Paylater

Read Time:1 Minute, 56 Second

harfam.co.id, JAKARTA – Direktur Utama Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Heru Kristiyana mengatakan, proses pembelian pascabayar (BNPL) tidak boleh menjadi bumerang bagi mereka. orang Indonesia.

“Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan upah terus meningkat, dan kita memerlukan payung hukum yang baik untuk mengembalikan momentum di masyarakat kita agar transaksi menjadi lebih mudah,” kata Heru dalam konferensi virtual di Jakarta, Jumat (26/4/2019). . 2024).

Heru mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyebutkan penerimaan pembiayaan produk BNPL mencapai Rp 5,54 triliun pada Januari 2024.

Pada periode yang sama, aset BNPL meningkat 37,89 persen yoy dari Rp 6,62 triliun menjadi Rp 9,12 triliun, dan porsi BNPL terhadap total aset mencapai 1,64 persen.

“Selain itu, jika dilihat dari jumlah kontraknya, segmen pembayaran mendominasi jumlah kontrak bagi perusahaan keuangan dan sektor perbankan akan meluncurkan produk serupa untuk menarik pelanggan baru pada tahun 2023,” ujarnya.

Heru mengaku tidak menampik bahwa BNPL merupakan salah satu bentuk pembiayaan digital yang mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

OJK mengatakan industri jasa keuangan yang kini mendukung para pembayar semakin bersaing dengan konsumen yang didominasi generasi Z dan milenial.

Kemudahan penggunaan layanan pembayaran online ini dapat dengan cepat memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjadikan layanan ini semakin diminati oleh generasi muda yang lebih melek digital,” ujarnya.

Pada saat yang sama, lembaga keuangan; Perusahaan Modal Ventura; Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Jasmi menyatakan akan terus memantau perkembangan perekonomian BNPL dan mengambil respon kebijakan yang diperlukan. waktu.

Sementara itu, OJK merilis Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Keuangan 2024-2028. Peta jalan ini digunakan sebagai pedoman pengembangan industri keuangan termasuk BNPL.

Selain itu, OJK juga melakukan kajian regulasi terhadap BNPL. Jasmi mengatakan terkait BNPL, ia berharap kebijakan yang diterapkan dapat memberikan arahan kepada industri dan lebih menyelaraskan kebutuhan masyarakat dan industri, termasuk menjamin keamanan layanan BNPL.

“Kami juga ingin menciptakan level playing field bagi produk dan bisnis BNPL untuk melindungi konsumen,” kata Jasmi.

Selain itu, OJK berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan edukasi masyarakat guna meningkatkan perlindungan masyarakat. Khusus untuk produk baru termasuk BNPL.

OJK berupaya melakukan perubahan berbagai peraturan sosial dan/atau pendidikan bahkan mencegah tindakan represif berupa penghentian sementara kegiatan tertentu dan mediasi sengketa penegakan hukum lainnya.

“Kita masih membutuhkan dukungan pemangku kepentingan lainnya, termasuk industri keuangan, yang dapat aktif melakukan apa yang dilakukan OJK dan meningkatkan literasi masyarakat,” kata Jasmi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Profil dan Agama Tisya Erni, Pedangdut yang Viral Karena Dituding Jadi Selingkuhan WNA Korea
Next post Kartika Putri Klarifikasi Dugaan Nyindir Raffi Ahmad dan Nagita Slavina di Makkah