DPR AS Hapus Serigala Abu-abu dari Daftar Spesies Terancam Punah

Read Time:1 Minute, 36 Second

WASHINGTON – Pada Selasa, 2 April 2024, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) yang akan menghapus serigala abu-abu dari Daftar Spesies Terancam Punah dalam kategori ‘spesies dalam bahaya kepunahan (ESA).

Seperti dilansir IFL Science, keputusan tersebut memicu perdebatan sengit di antara pendukung dan penentang serta berdampak besar pada populasi serigala abu-abu di Amerika Serikat.

Para pendukung RUU ini berpendapat bahwa populasi serigala abu-abu telah pulih secara signifikan sejak dimasukkan dalam ESA pada tahun 1978.

Mereka mengutip data dari Wolf Conservation Center, yang menunjukkan bahwa lebih dari 8.100 serigala abu-abu hidup di sekitar 2.797 48 negara bagian di Amerika Barat.

Para advokat juga menyatakan keprihatinan tentang dampak serigala abu-abu terhadap satwa liar dan hewan peliharaan. Mereka berpendapat bahwa predator ini menyebabkan kerugian ekonomi bagi para peternak dan masyarakat lokal

Para penentang RUU ini memperingatkan bahwa menghapuskan serigala abu-abu dari ESA akan menyebabkan perburuan dan penganiayaan yang berlebihan. Mereka khawatir populasi serigala akan kembali ke tingkat berbahaya tanpa perlindungan federal.

Kritikus juga mempertanyakan proses legislatif yang terburu-buru, dengan mengatakan bahwa RUU tersebut tidak cukup mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap ekosistem dan populasi serigala.

Langkah selanjutnya untuk RUU ini adalah Senat AS Meski sudah meloloskan DRP, namun belum diketahui apakah RUU tersebut akan disahkan menjadi undang-undang. Gedung Putih telah menentang RUU tersebut dan akan menghadapi perlawanan keras dari kelompok lingkungan hidup.

Keputusan DPR untuk menghapuskan serigala abu-abu dari ESA menandai babak baru dalam perdebatan mengenai konservasi satwa liar di Amerika Serikat. RUU ini mempunyai implikasi penting bagi populasi serigala abu-abu dan menimbulkan pertanyaan penting tentang keseimbangan antara perlindungan spesies dan kepentingan manusia.

Masa depan RUU ini masih belum pasti dan akan terus diperdebatkan di antara berbagai pihak yang terlibat.

Penting untuk dicatat bahwa saya tidak dapat memberikan pendapat atau keyakinan pribadi mengenai topik ini. Saya hanya dapat memberikan informasi dan analisis berdasarkan data dan informasi yang tersedia.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Mengenal Menteebot, Robot AI Berukuran Manusia yang Diperintahkan dengan Bahasa AlamiĀ 
Next post Jerawat di Mata Bagian Dalam Pria, Cek Penyebab dan Cara Mengatasinya