Dukung Pungutan Wisatawan Asing di Bali, Telkom Bakal Lakukan Kampanye Digital Baik

Read Time:1 Minute, 48 Second

harfam.co.id, Denpasar PT Telkom Indonesia akan meluncurkan kampanye digital menggunakan big data perusahaan dalam upaya meyakinkan pemerintah provinsi Bali untuk mengenakan pajak bagi wisatawan asing yang berlibur di pulau dewata. Pasalnya Telkom Group menguasai 73,8% pangsa pasar layanan digital di Bali.

“Kami memiliki perangkat platform layanan periklanan dan pendidikan digital yang dimiliki jutaan pengguna ponsel pintar,” kata Office Manager Telkom Denpasar Centrum Ida Bagus Putu Sandhi Yudistira.

“Platform ini memiliki layanan cakupan nasional yang dapat terintegrasi dengan berbagai platform periklanan digital FB, Instagram, Google Ad dan programmatic advertising untuk mendukung promosi layanan pemerintah daerah secara akurat dan terukur,” jelasnya kepada Pariwisata Bali. . Workshop Pungutan Wisatawan Orde Baru Untuk Pariwisata Bali Berkualitas, Selasa (23/01/2024) Kampus Universitas Udayana Bali.

Sandhi juga mengatakan masyarakat Bali perlu mendapatkan informasi mengenai kebijakan tersebut. Ia juga mengatakan, setelah diunggahnya kegiatan workshop kali ini, banyak masyarakat yang merespon dan terus bertanya kepadanya di platform media sosial.

“Pesan dapat disampaikan secara paralel melalui WhatsApp yang terhubung dengan platform media sosial seperti Facebook dan Instagram,” ujarnya.

Notifikasi atas nama Dinas Pariwisata Bali juga bisa diatur untuk menyasar seluruh pengguna Telkomsel atau hanya berdasarkan karakteristik tertentu saja, seperti wilayah Bali saja, jelas Sandhi.

Sandhi menjelaskan, pihaknya juga bisa menyasar calon wisatawan mancanegara yang akan ke Bali, misalnya ketika mereka mengunggah rencana berkunjung ke Bali, dimana status tersebut bisa ditangkap oleh Big Data Telkom.

“Jika wisatawan datang ke Bali dan menggunakan kartu SIM Telkomsel, otomatis mereka akan terekspos saat kampanye digital berjalan,” jelasnya.

Sandhi juga mengatakan kartu Telkomsel masih menjadi pilihan utama wisatawan. Pasalnya, setelah memasang e-SIM atau nomor telepon nirkabel dalam bentuk fisik.

“Kartu ini memiliki keunggulan karena jika wisman kembali ke negaranya atau berkunjung ke negara lain lalu kembali ke Bali, masih bisa dihidupkan kembali,” ujarnya.

Sandhi mengatakan, praktik pemanfaatan big data untuk kampanye digital di sektor pariwisata dilakukan Telkom bersama Kabupaten Pematang Siantar, Sumatera Utara.

“Dengan pendataan pariwisata dan perilaku wisatawan, Telkom membantu digitalisasi pemasaran sehingga memudahkan wisatawan mendapatkan informasi untuk mengakses tempat dan fasilitas wisata di kawasan tersebut,” ujarnya.

Contoh kerjasama lainnya adalah dengan Badan Pendapatan Daerah DKI Jakarta, dimana Telkom memfasilitasi edukasi masyarakat mengenai pajak mobil sehingga meningkatkan pendapatan daerah, jelas Sandhi.

(*)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Empat Cara Meredakan Mual yang Direkomendasikan Ahli Diet
Next post Pemerintah Siapkan Rp 2 Triliun untuk UMKM Otomotif yang Produksi Komponen EV