FLEI 2024 Didominasi Industri Kuliner, F&B Expert Ungkap Pentingnya Sertifikasi Keamanan Pangan

Read Time:2 Minute, 49 Second

harfam.co.id, Jakarta – Pertumbuhan ekonomi pascapandemi semakin meningkat, termasuk di bidang waralaba makanan. Tidak dapat dipungkiri bahwa bisnis waralaba menjadi pilihan menarik bagi individu yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan dengan jumlah modal yang wajar.

Dalam menjalankan bisnis franchise kuliner, penting untuk memperhatikan keamanan pangan. Pendiri KAIA Group sekaligus pakar F&B, Valentino Ivan, mengakui keamanan pangan merupakan faktor penting bagi para pengusaha di industri makanan dan minuman. Hal ini untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan termasuk keracunan makanan. 

“Ini sangat penting, karena kita akan terhindar dari keracunan dan keracunan pangan, dan keamanan pangan saat ini sedang dikembangkan, sehingga sangat penting,” kata Ivan usai konferensi pers Franchise and Licensing Expo Indonesia (FLEI) 2024. ) di Jakarta, Senin (29/4).

Di Indonesia, menurut Evan, sertifikasi halal memegang peranan penting dalam bisnis F&B.

“Sebagai pengusaha F&B, kita harusnya punya (sertifikasi) halal dulu, karena kalau lebih banyak orang yang melihat (label) halal itu aman, seharusnya penjualannya lebih baik dari sisi pembeli,” ujarnya.

Memiliki sertifikat Halal membuat masyarakat yakin akan keamanan produk F&B yang mereka konsumsi. Karena sertifikasi Halal memverifikasi bahwa suatu resep telah melewati semua tahapan mulai dari persiapan bahan hingga pengolahan dan penyajian.

Selain sertifikasi Halal, jelas Evan, pengusaha kuliner harus mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) jika produknya ingin dijual secara umum, bukan hanya di restoran.

Ivan mencontohkan, jika sebuah restoran ingin menjual produk kulinernya secara umum dan tidak hanya kepada pengunjung restoran, maka harus memiliki izin dari BPOM.

“Karena produknya dijual kembali ke masyarakat, maka harus ada BPOM. Tapi kalau dijual di restoran, kalau hanya untuk pembeli, cukup sertifikat halalnya saja,” lanjutnya.

Sementara itu, Evan mengatakan, sertifikat yang diperlukan dalam usaha waralaba adalah Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW). 

Untuk peluang bisnis bagi pewaralaba, Franchise and Licensing Expo Indonesia (FLI), pameran industri waralaba dan perizinan, kembali digelar pada 10-12 Mei 2024 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Hall D2 Jakarta.

Presiden Panorama Media Royanto Handaya mengatakan, lebih dari 50 persen dari sekitar 200 peserta pameran ditempati oleh operator waralaba makanan.

Yang terlihat jelas dari pertumbuhan FLEI dalam beberapa isu terakhir pascapandemi adalah permintaan terbesar ada pada F&B. Pesertanya 50-60 persen dari F&B,” kata Roy pada konferensi pers FLEI ke-22 di Jakarta. Senin (29/4)

Namun Roy juga mengatakan bahwa perubahan perilaku manusia selama pandemi telah menciptakan beberapa model bisnis baru yang sangat menarik. Diakui Roy, hal tersebut turut mempengaruhi pamerannya di luar bidang F&B. 

“Selama masa Covid, perilaku masyarakat berubah karena masyarakat bekerja dari rumah. Hal ini sendiri telah menyebabkan perubahan dalam peserta, dengan semakin banyaknya perusahaan yang menawarkan layanan selain F&B kepada ibu rumah tangga, seperti laundry atau air minum kemasan, untuk membuat hidup lebih mudah saat bekerja dari rumah. 

Selain perusahaan-perusahaan yang disebutkannya, ada pula perusahaan jasa pendidikan online yang bermunculan pada masa pandemi dan seterusnya. 

 

Dikatakannya, ajang FLEI tahun ini tidak hanya menjadi tuan rumah bagi para pelaku usaha, namun juga memberikan ruang edukasi berupa workshop dan berbagi kisah sukses para pelaku usaha ternama yang berminat mencoba berwirausaha.

Sedangkan untuk pelaku usaha kuliner, Evan mengatakan, materi edukasi mengenai strategi menjalankan bisnis waralaba kuliner akan disampaikan pada hari kedua pameran.

“Pada hari kedua fair, kami akan mengisi panggung untuk memberikan ceramah tentang strategi menjalankan bisnis franchise F&B. Tidak hanya dari Jakarta dan provinsi, tapi juga dari luar negeri,” ujarnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Nvidia dan Indosat Ooredoo Hutchinson Bakal Bikin Pusat AI Indonesia di Solo, Investasi Rp 3 Triliun
Next post Inara Rusli Curhat Kehidupan Pasca Cerai: Sedih Tinggalkan Ibadah Sunnah Karena Pekerjaan