Guru Besar FH Undiknas: Forum Air Dunia Berdampak Positif untuk Masyarakat Bali

Read Time:1 Minute, 59 Second

Bali – World Water Forum (WWF) ke-10 akan diselenggarakan di Bali, 18-25 Mei 2024. World Water Forum ini akan membahas permasalahan air global, khususnya pengelolaan air dan sanitasi. 

Guru Besar Fakultas Hukum (FH) Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Prof. Dr. Menurut Nyoman Budiana, S.H., M.Si., konservasi sumber daya air yang dibahas pada Forum Air Dunia ke-10 akan memberikan pembelajaran yang baik bagi masyarakat Bali, seperti pemahaman terhadap pemanfaatan air. Air tidak terbuang sia-sia dan sumber daya air terlindungi. 

World Water Forum membahas permasalahan air di dunia menurut Tri Hita Karana yang artinya ada 3 sebab kebahagiaan manusia. Artinya, hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungan.

“Dari sudut pandang ini, jika ada kelompok yang menentang WWF misalnya, masih belum memahami gagasan penyelamatan alam seperti gagasan Tri Hita Karana,” kata Nyoman Budiana, Kamis, 9 Mei 2024 .

Dengan hadirnya para pemimpin negara yang ahli di bidang air, diharapkan pada tahun 2050 terselamatkan masalah kekurangan air.

Selain itu, dalam World Water Forum ke-10 yang digelar di Bali, disebutkan bahwa Nyoman Budiana akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Bali. Sebab, perlindungan terhadap sumber daya air akan semakin berdampak pada seluruh aspek kehidupan. Forum Air Dunia juga akan memberikan kontribusi ekonomi bagi Bali. 

“Jika Bali bisa melakukan upaya pengelolaan sumber daya air, maka hal itu justru akan bermanfaat dalam rangka percepatan pembangunan perekonomian Bali,” ujarnya.

Ia berharap para pemimpin pemerintah yang berpartisipasi dalam World Water Forum benar-benar berbicara tentang penghematan air. 

“Bagaimana mencari cara untuk menghemat air di masa depan, di tengah pertumbuhan penduduk, perubahan menambah lahan, tanaman tidak seimbang dengan kondisi kehidupan masyarakat, sehingga air menjadi perhatian, saya ingin kebijakan berikut ini diambil. . Kirimkan. “, dia berkata.

Ia juga berharap agar World Water Forum juga mengambil kebijakan terkait pembatasan pengeboran air yang dilakukan untuk keperluan bisnis, sehingga lebih baik pemanfaatan air tanah untuk konservasi sumber daya air.

“Saya berharap undang-undang ini nanti bisa dibuat di forum WWF,” imbuhnya.

“Dampak lain yang saya harapkan adalah konservasi dan perbaikan air semakin berkelanjutan, karena sangat berdampak pada peningkatan perekonomian, kelestarian alam tempat asal wisatawan, dan juga peningkatan jumlah pengunjung tempat tersebut. dari mana negara itu berasal,” kata Nyoman. Warga Amerika Dideportasi dari Bali, Inilah Alasan Pengusaha Amerika Berinisial RLG (55) Dideportasi dari Bali Setelah Kabarnya Properti Rumah yang Disewakannya Rusak. WNA tersebut mengaku datang ke Indonesia melalui harfam.co.id.co.id pada 8 Juli 2024.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Qualcomm Snapdragon X Plus, Chipset Pendukung Laptop AI
Next post Upaya Tekan Kasus Diare Lewat Kampanye Sentuhan Sehat