Hadirkan Orang yang Telah Meninggal, Teknologi VR Dinilai Penuh Risiko

Read Time:1 Minute, 8 Second

MENLO PARK – Teknologi VR baru ini menghadirkan tantangan etika yang sulit. Di satu sisi, teknologi ini memungkinkan orang untuk berhubungan kembali dengan orang yang mereka cintai yang telah meninggal.

Di sisi lain, sebagian orang mengatakan bahwa mesin tersebut dapat memperpanjang waktu menangis dan membuat orang tidak dapat melanjutkannya.

Seperti dilansir Unilad, Minggu (5/5/2024), ada pula kekhawatiran bahwa teknologi ini dapat disalahgunakan untuk tujuan jahat, seperti membuat avatar orang hidup tanpa persetujuannya.

Pada akhirnya, keputusan untuk menggunakan teknologi VR baru ini ada di tangan Anda.

Tidak ada jawaban benar atau salah, dan setiap orang harus mempertimbangkan pro dan kontra dengan cermat sebelum memutuskan apakah teknologi ini tepat untuk mereka.

Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

Tujuan Anda menggunakan teknologi ini. Apakah Anda ingin bertemu kembali dengan orang terkasih yang telah meninggal?

Apakah Anda ingin merasakan sesuatu yang baru dan menarik? Jika Anda ingin menggunakan teknologi ini untuk tujuan medis?

Menurut Anda, bagaimana perasaan Anda saat menggunakan teknologi ini? Apakah Anda merasa senang, sedih, atau cemas? Apakah Anda mungkin mengalami kilas balik atau PTSD?

Artinya budaya. Apakah menurut Anda masuk akal untuk menggunakan teknologi ini? Apakah Anda khawatir tentang kemungkinan penyalahgunaan?

Jika Anda mempertimbangkan untuk menggunakan teknologi VR baru ini, penting untuk berkonsultasi dengan ahli kesehatan mental terlebih dahulu.

Mereka dapat membantu Anda memahami potensi risiko dan manfaat teknologi ini dan membuat keputusan yang tepat untuk Anda.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post 12 Resep Aneka Tumis yang Praktis, Selesai dalam Waktu Singkat
Next post Jadwal Pilkada Serentak 2024, Diatur dalam PKPU Nomor 2 Tahun 2024