Hubungan Indonesia dan China Makin Mesra di Bidang Digital

Read Time:1 Minute, 40 Second

harfam.co.id Tekno – Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini berkembang sangat pesat dan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi salah satu kunci utama pertumbuhannya, oleh karena itu pengembangan kemampuan dan keterampilan sumber daya manusia sangatlah penting. Di tengah kemajuan teknologi yang pesat, semangat kerja sama Indonesia dan Tiongkok menyimpan harapan besar dalam membentuk masa depan dunia digital. Kemitraan ini berpotensi menciptakan ekosistem digital yang berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Kedua negara bertekad untuk meningkatkan keterampilan talenta dan insinyur digital melalui program komprehensif yang mencakup pelatihan, penelitian, dan pengembangan karier. Untuk itu, Asosiasi Telematika Indonesia (Mastel) sebagai asosiasi ICT di Indonesia terus berupaya membangun dan mengembangkan kapasitas sumber daya manusia agar berdaya saing di masa depan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, melalui kerja sama antar lembaga. Hal tersebut diungkapkan CEO Mastel Sarwoto Atmosutarno di Jakarta, Selasa, 30 Januari 2024. Kerjasama Indonesia dan China di bidang ICT berlangsung dengan ditandatanganinya nota kesepahaman antara ZTE, China Institute of Communications (CIC), Mastel dan Telkom University, Bandung, Jawa Barat. Pada pertemuan tersebut, ZTE dan Telkom University juga meresmikan Digital Enterprise Ecosystem (DEE) Lab, yang diharapkan dapat mendukung peningkatan talenta digital dan mendorong kerja sama antara pengembang aplikasi, perusahaan, dan operator jaringan seluler untuk mengembangkan ekosistem perangkat keras dan perangkat lunak. Sejak tahun 2008, “ZTE dan Telkom University bersama-sama mengembangkan teknologi ini, khususnya pada koneksi digital yang dipasang di bawah teknologi LTE atau 5G milik ZTE. Selain itu, mereka juga mendukung kegiatan seperti pelatihan dan mendidik mahasiswa untuk mengetahui cara kerja peralatan 5G,” ujar Rektor. Telkom Universitas Adiwijaya, President, CEO ZTE Indonesia Richard Liang menambahkan, untuk memperkuat ekosistem digital yang inklusif, kerja sama antar pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan bersama. “Kami yakin sinergi antara pemerintah, asosiasi, industri, dan institusi akademik akan menjadi landasan yang kokoh dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan perkembangan teknologi yang positif,” ujarnya. Inilah peran generasi muda dalam memanfaatkan media digital untuk promosi budaya. Ada berbagai cara untuk mempromosikan budaya Indonesia, mulai dari media tradisional hingga media digital. harfam.co.id.co.id 15 Juni 2024

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Skenario Bundesliga Kirim 6 Wakil ke Liga Champions Musim Depan
Next post Menyambut Lebaran dengan Manis bersama RRCakes: Kelezatan yang Berlabel Halal