IHSG Berpeluang Koreksi, Cermati Rekomendasi Saham Hari Ini 21 Februari 2024

Read Time:4 Minute, 48 Second

harfam.co.id, Jakarta – Indeks Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan komoditas pada Rabu (21/2/2024). Jika IHSG mampu menembus 7.403, IHSG berpeluang bangkit kembali.

IHSG menguat 0,77 persen menjadi 7.352 seiring kenaikan harga perdagangan saham pada Selasa 20 Maret 2024.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, pada label hitam tersebut, posisi IHSG sudah berada di akhir gelombang b dari gelombang (ii), sehingga IHSG akan kembali fokus pada perbaikan dan menetapkan awal gelombang c ke arah tersebut. titik terdekat. dari area 7.200-7.272 selama IHSG belum mampu menembus resistance di 7.403.

Kabar baiknya, jika IHSG mampu menembus 7.403, IHSG berpeluang kembali menguat dan mencetak tanda merah menguji 7.420-7.500, kata Herditya.

Herditya mengatakan IHSG berada pada level support 7.197 7.099 dan level resistance 7.370 7.403 pada perdagangan Rabu pekan ini.

Sementara riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG kecil potensi melemahnya. IHSG akan bergerak ke level support dan level resistance 7.270-7.370. Kemungkinan penguatan masih terbuka, namun sangat terbatas, tulis Pilarmas Investindo Sekuritas.

Analis PT RHB Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi mengatakan, IHSG nampaknya terus menembus top high (HH) namun dengan volume rendah. Ia mengatakan, meski ada kemungkinan koreksi teknikal jika bertahan di atas rata-rata harian (MA), namun ada kemungkinan pembalikan dan kelanjutan fase bull.

Namun jika garis support MA5 tertembus, ada peluang untuk menguji garis support MA20 serta support bullish channel, kata Wafi.

Wafi mengatakan, organisasi IHSG saat ini berada pada kisaran 7.200-7.400

Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Blue Bird Tbk (BIRD), saham PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).

Sementara itu, PT Pilarmas Investindo Sekuritas telah menyeleksi saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) dan PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN).

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Blue Bird Tbk (BIRD) – Beli saat lemah

Saham BIRD ditutup pada level 1.750 yang dibarengi dengan kenaikan harga, namun kinerja BIRD belum mampu menembus MA60.

“Saat ini status BIRD diperkirakan berada pada wave II (c) dari wave [a] sehingga BIRD rawan terkoreksi dan dapat digunakan untuk BoW,” kata Herditya.

Beli saat Kelemahan: 1.705-1.750

Perkiraan harga: 1.820, 1.940

Stoploss: di bawah 1,675

 

2.PT Mark Dyamics Indonesia Tbk (MARK) – Beli saat Kelemahan

Saham MARK naik 6,08% ke 785 seiring dengan kenaikan harga, reli tersebut bisa saja berada di atas MA20. Herditya mengatakan, posisi MARK saat ini diperkirakan berada di awal wave (iii) wave [v], sehingga MARK berpeluang untuk melanjutkan penguatan.

Berbelanja di Kelemahan: 755-775

Target harga: 830.880

Stoploss: kurang dari 715

 

3.PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) – Beli saat Kelemahan

Saham MEDC menguat menjadi 1.200 pada harga sahamnya. “Posisi MEDC saat ini diperkirakan berada pada awal gelombang ke-3 (C), sehingga pergerakan MEDC masih berpotensi untuk terus menguat,” kata Herditya.

Beli saat Kelemahan: 1150-1195

Perkiraan harga: 1.265, 1.300

Stoploss: di bawah 1,105

 

4.PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) – Spek Beli

Saham SMGR juga terkoreksi 0,79% ke 6.275 dan masih didominasi harga jual, namun koreksi SMGR mampu dibalikkan oleh MA60.

Herditya mengatakan jika SMGR masih mampu bertahan di atas 6.100 sebagai stop loss, diperkirakan level SMGR berada di awal wave [iii] wave C sehingga koreksi SMGR cenderung menurun dan memiliki kesempatan untuk memperkuat lagi.

Skor: 6.200-6.275

Target harga: 6.575, 6.725

Stoploss: kurang dari 6100

 

Catatan: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. harfam.co.id tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan masih berada di zona hijau hingga penutupan perdagangan Selasa (20/2/2024). Penguatan IHSG terjadi pada saat investor asing sedang membeli saham dan banyak sektor ekuitas berubah menjadi hijau.

Merujuk data RTI, IHSG menguat 0,77 persen menjadi 7.352,60. Indeks LQ45 bertambah 1,26 persen menjadi 1.010. Sebagian besar indeks saham acuan menguat. Pada perdagangan produk Selasa pekan ini, IHSG sempat menguat 7.354,10 dan terendah 7.309. 243 episode masih tersedia.

Total volume perdagangan sebanyak 1.340.051 kali dengan volume perdagangan 14,5 miliar lembar saham. Harga harian Rp 10,8 triliun. Investor asing memborong saham senilai Rp 1,40 triliun. Dengan pembelian saham oleh investor asing, maka total pembelian pada 2024 sebesar Rp 22,30 triliun. Posisi dolar AS terhadap rupee berada di kisaran 15.655.

Saham-saham (IDX-IC) paling banyak terpukul, kecuali sektor energi yang melemah 1,13 persen, sektor kesehatan yang turun 0,21 persen, dan sektor peralatan teknologi yang turun 0,15 persen.

 

Sementara sektor keuangan mencatatkan kenaikan terbesar sebesar 1,24 persen. Sektor Basic Equity naik 0,85 persen, sektor Industrial Equity naik 0,92 persen, sektor Non-cyclical Equity naik 0,45 persen, sektor Cyclical Equity naik 0,08 persen.

Selain itu, sektor barang naik 0,69 persen, sektor infrastruktur naik 0,85 persen, dan sektor pengangkutan naik 0,03 persen.

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, saham BRIS menguat 4,2 persen ke Rp 2.480 per saham. Saham BRIS menguat 20 poin ke Rp 2.400 per saham. Saham BRIS sempat mencapai Rp 2.500 dan terendah Rp 2.360 per saham. Total volume perdagangan sebanyak 15.772 kali dengan volume perdagangan 770.857 lembar saham. Nilai transaksi Rp 190,3 miliar.

Harga saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 10,76 persen menjadi Rp 7.050 per saham. Saham CUAN menguat 50 poin ke Rp 7.950 per saham. Saham CUAN sempat mencapai Rp 8.000 dan terendah Rp 7.025 per saham. Total volume perdagangan sebanyak 22.898 kali dengan volume perdagangan 254.540 lembar saham. Nilai transaksi Rp 189,1 miliar.

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Desainer Favorit Keluarga Kerajaan Ungkap Rahasia di Balik Busana Putri Charlotte yang Menggemaskan
Next post Wisatawan Australia Keluhkan Ubud yang Tak Seperti Dulu, Dianggap Lebih Buruk dari Canggu