Jemaah Haji 2024 Diimbau Kurangi Ibadah Sunnah Agar Tidak Kelelahan, Ini Penjelasan Kemenkes

Read Time:1 Minute, 42 Second

harfam.co.id, Jakarta – Ziarah ke Tanah Suci membutuhkan stamina fisik yang kuat. Jamaah diimbau menyelenggarakan kegiatan ibadah Sunni agar tidak kelelahan, terutama menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (lambang kita).

Menurut Lilik Marahindro Susilo, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), perubahan ini penting untuk mencegah penyakit atau kondisi yang lebih serius, khususnya bagi jemaah haji dengan penyakit penyerta (komorbid). .

Ia mengumumkan, 76 persen dari 241.000 jamaah pada tahun 2024 akan menderita penyakit penyerta. Oleh karena itu, pendidikan untuk mengontrol aktivitas ibadah mutlak diperlukan.

“76% yang keluar memiliki riwayat penyakit seperti dislipidemia, darah tinggi, diabetes, jantung, dan maag,” kata Lilik, seperti dilansir surat kabar Sehat Negerico, Minggu, 26 Mei 2024.

 

Lilik juga menekankan pentingnya upaya promotif dan preventif di Makkah, dimana petugas promosi kesehatan hadir di setiap sektor. “Dengan mengontrol aktivitas rombongan, kami berharap mereka tetap dalam keadaan sehat selama upacara kami,” ujarnya.

Kelompok yang menderita penyakit ringan diharapkan tidak menderita penyakit yang lebih berat akibat kelelahan.

Mengingat jarak tempuh antara hotel dan masjid yang mungkin jauh, maka jamaah perlu memahami batasan kemampuan fisiknya agar tidak kelelahan.

“Kegiatannya mungkin lebih banyak. Mungkin harus jalan kaki satu atau dua kilometer dari hotel ke masjid,” kata Lilic.

Jika dilakukan setiap hari saat cuaca panas bisa melelahkan, apalagi bagi mereka yang tidak terbiasa beraktivitas fisik, kata Lillick.

“Jangan sampai lelah di depan pelukan kita,” kata Lilic.

Katanya: “Kami tidak melarang ibadah khitanan, tapi mohon hati-hati jangan sampai lelah. Kami ingin melindungi jamaah agar tetap sehat dan bugar.”

Lilik mengingatkan jamaah haji agar istirahat cukup sebelum berangkat. Jika keluarga ingin mengadakan doa dan pertemuan bersama, sebaiknya dilakukan terlebih dahulu.

“Boleh berkumpul dan berdoa, namun lakukan jauh-jauh hari sebelum berangkat. Saat hendak memasuki tempat ziarah, berilah kesempatan pada jamaah untuk beristirahat agar tidak lelah dalam perjalanan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kelelahan selama penerbangan bisa membuat jamaah takut menggunakan fasilitas pesawat seperti toilet dan makan.

“Banyak orang yang enggan ke toilet atau makan karena cemas. Hal ini bisa membuat mereka sakit saat sampai tujuan. Hal ini perlu kita cegah,” kata Lilic. 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post SLJ Global Private Placement 1,32 Miliar Saham
Next post Honda Pop 110i 2024: Motor Bebek Adventure Terbaru dari Honda Meluncur di Brasil