Kabar Gembira, Harga Beras Mulai Turun Rp 200 per Kg Berkat Panen Raya

Read Time:3 Minute, 47 Second

harfam.co.id, Direktur Rantai Pasokan dan Utilitas Perum Bulog di Jakarta, Mokhamad Suyamto, mengatakan harga beras akan turun seiring dengan semakin dekatnya waktu panen. Namun penurunan harga beras masih berkisar antara Rp100 hingga Rp200 per orang. satu kilogram.

Konsumen mudah menurunkan (harga beras) dalam waktu dekat, bahkan turun tapi belum signifikan, penurunannya masih Rp 100 sampai 200, kata Syamto dalam konferensi pers peran. dari . perusahaan pemerintah dalam kehadiran pangan di bulan Ramadhan, di Departemen Badan Usaha Milik Negara, dikutip Antara, Rabu (20/3/2024).

Sumyamto mengatakan, penurunan harga beras tercermin dari turunnya harga gabah kering panen di tingkat petani. Kini, harga gabah kering panen mencapai Rp7.000 hingga Rp7.200 per kilogram, dari sebelumnya Rp8.000 per kilogram.

“(Saat ini) harga beras di petani, di penggilingan, Rp 12.800 sampai 13.000 (per kilogram),” ujarnya.

Meski terjadi penurunan harga gabah kering panen. Pasokan beras di pasar komersil modern dan pasar tradisional juga terus meningkat sehingga diharapkan dapat menurunkan harga jual beras di tingkat konsumen.

“Dan pasokan ke pedagang saat ini mulai meningkat secara bertahap, pasar tradisional juga semakin banyak, sehingga harga beras diharapkan lebih terkendali,” tutup Sumyamto.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga beras pada Februari 2024 merupakan yang terbesar sepanjang sejarah. Laju kenaikan harga beras mendekati 20 persen setiap tahunnya atau year-on-year (yoy).

Berdasarkan data, rata-rata harga beras premium di penggilingan sebesar Rp14.525 per kilogram (kg) pada Februari 2024. Harga beras ini meningkat 6,31 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Saat ini harga beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp 14.162 per kilogram pada Februari 2024. Harga beras ini mengalami kenaikan sebesar 7,39 persen.

Di tingkat eceran, harga beras mencapai Rp15.157 per kilogram pada Februari 2024. Harga beras meningkat 5,28 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp14.397 per kilogram.

Wartawan: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyetujui perpanjangan kenaikan harga jual maksimum (HET) beras Rp 1.000 hingga 24 April 2024.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, di Kompleks Istana Negara Jakarta, Selasa (19/3/2024). Arif mengatakan kenaikan harga beras bertujuan untuk menjaga stabilitas dan ketersediaan di pasar.

“Sampai (tanggal) 24 (Maret), kita perpanjang lagi dari 24 (Maret) ke 24 (April). Sebab, berasnya tetap ada di pasaran, sementara kita menyesuaikan (GKP) agar panen keringnya berkurang” Arief menjelaskan.

Bapanas sendiri sebelumnya telah menetapkan HET beras premium lebih mahal Rp 1.000 dari sebelumnya. Dengan demikian, di wilayah Jawa, Lampung, dan Sumsel diterapkan HET sisa beras premium dari Rp 13.900 per kg menjadi Rp 14.900 per kilogram.

Kemudian di wilayah Aceh, Sumut, Sumbar, Bengkulu, Riau, Kepri, Jambi, dan Bangka Belitung, HET sisa beras premium diberlakukan Rp15.400 per kilogram dari sebelumnya Rp14.400 per kg.

Di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, relaksasi HET pada beras premium sebesar Rp15.400 per kg dari sebelumnya Rp14.400 per kg.

Saat ini di wilayah Sulawesi, relaksasi HET beras premium sebesar Rp14.900 per kg dari sebelumnya Rp13.900 per kg. Di wilayah Kalimantan, relaksasi HET beras premium sebesar Rp15.400 per kg dibandingkan sebelumnya Rp14.400 per kg.

Saat ini di wilayah Papua dan Maluku, relaksasi HET beras premium sebesar Rp15.800 per kg dibandingkan HET sebelumnya sebesar Rp14.800 per kg.

Direktur Senior Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menjelaskan, harga beras mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir. Ada banyak alasan mengapa harga beras naik. Penyebab utamanya adalah gangguan cuaca El Niño yang menyebabkan musim tanam tertunda.

Bayu melanjutkan, kenaikan harga beras ini akan berdampak di masa depan. Harga beras diperkirakan akan tetap stabil dan diperkirakan tidak turun dari harga sebelumnya.

“Pandangannya, harga beras kemungkinan akan tetap stabil, tidak serendah perkiraan sebelumnya,” kata Bayu, Selasa (19/3/2024).

Sulitnya harga beras turun lagi karena dipengaruhi banyak faktor, seperti biaya produksi petani, termasuk biaya tenaga kerja, sewa lahan, harga pupuk dan benih. Dengan meningkatnya biaya produksi petani, maka harga gabah yang dijual juga akan berubah. Dengan begitu, harga beras tidak akan serendah dulu.

Selain itu, upah pekerja informal juga mulai meningkat dan biaya hidup pun meningkat. “Sekitar 50 persen biaya produksi sawah atau biaya produksi tanaman padi adalah tenaga kerja, harga sewa lahan sama, konversi lahan bisa saja terjadi, tentunya lahan akan semakin sedikit, lahan semakin sedikit, semakin banyak. Sewa lahan akan naik, sehingga biaya meningkat dan pupuk juga meningkat,” ujarnya.

Namun Bayu tidak bisa menjamin harga beras atau harga jual tertinggi (HET). Menurut dia, Bulog akan menunggu konfirmasi harga dari otoritas/instansi terkait.

“Tapi seberapa besarnya, kita tunggu sampai dikeluarkan oleh otoritas, Badan Pangan Nasional atau Kementerian Pertanian atau BPS,” kata Bayu.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Dirut BRI: Kondisi Ekonomi Indonesia Lebih Relate dengan China
Next post 403