Kapan Idul Fitri Pertama Kali Dirayakan? Ketahui Sejarahnya

Read Time:4 Minute, 15 Second

harfam.co.id, Jakarta – Idul Fitri merupakan hari raya penting dalam agama Islam yang merayakan kembalinya manusia ke alam suci. Dr. Japrul Khan, Idul Fitri adalah saat dimana umat Islam merayakan kecenderungan awal mereka untuk selalu beramal shaleh.

Namun yang mungkin timbul pertanyaan, kapan Idul Fitri pertama kali dirayakan? Sejarah Masehi mencatat, Idul Fitri pertama kali dirayakan pada tahun 624 atau 2 Hijriah, yang bertepatan dengan berakhirnya Perang Badar yang dimenangkan oleh umat Islam. Peristiwa ini menandai dimulainya tradisi merayakan Idul Fitri seperti yang kita kenal sekarang.

Sebelum masuknya Islam, masyarakat Jahiliyya di Arab mempunyai tradisi merayakan dua hari raya, yaitu Nairuz dan Mahrajjan. Dalam buku “Islam Ramah dan Ramah, Toleran dan Keren” Dr. Japrul Khan menjelaskan, tradisi seremonial ini tidak selalu bermanfaat dan terkadang melibatkan praktik yang tidak sesuai dengan ajaran agama.

Namun setelah masuknya Islam, Rasulullah SAW mengganti tradisi ini dengan perayaan yang lebih baik dan bermanfaat seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Sejarah mencatat bahwa pada masa Jahiliah, masyarakat Arab kurang memahami pentingnya kebaikan dan kemanfaatan, namun dengan masuknya Islam, tradisi upacara lebih terfokus pada nilai-nilai keadilan dan kebajikan.

Berikut harfam.co.id melihat lebih dekat kapan Idul Fitri pertama kali dirayakan dan sejarah panjangnya pada Kamis (28/03/2024).

Kapan Idul Fitri dirayakan menjadi pertanyaan menarik bagi umat Islam, karena peristiwa ini memiliki akar yang kuat dalam sejarah agama. Dari penelusuran tersebut, diketahui bahwa Idul Fitri pertama kali dirayakan pada tahun 624 M atau 2 Hijriah.

Saat itu, Idul Fitri dirayakan bertepatan dengan berakhirnya Perang Badar yang dimenangkan oleh kaum Muslimin. Pertempuran tersebut terjadi pada bulan Ramadhan, dimana jumlah pasukan Muslim melebihi jumlah pasukan kafir. Namun berkat pertolongan Allah, kaum muslimin mampu memenangkan perang tersebut dan sebagai imbalannya Allah memberikan mereka perayaan yang sangat indah bernama Idul Fitri.

Sebelum masuknya Islam, masyarakat Arab Jahiliyya mempunyai dua orang wali yaitu Nairuz dan Maharajan. Kedua festival tersebut dirayakan dengan kemalasan, minuman yang memabukkan, tarian dan kompetisi keterampilan. Hal ini dijelaskan dalam buku “Smart Claim” karya Dr. Udji Asia, M.Sc. Rasulullah SAW mengganti kedua perayaan tersebut dengan Idul Fitri dan Idul Adha, yang merupakan hari raya yang lebih baik dan bermanfaat bagi umat Islam.

Dalam sejarah Islam, Idul Fitri erat kaitannya dengan peristiwa-peristiwa penting. Misalnya saja Perang Badr Al Kubra yang terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 Hijriah. Pertempuran tersebut dirayakan sebagai kemenangan penting umat Islam dan momen pembuka perayaan Idul Fitri.

Selain itu, turunnya Al-Quran atau Nuzulul Quran juga terjadi di bulan Ramadhan. Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar dan warisan terpenting umat Islam. Tak heran jika Ramadhan disebut sebagai bulan Al-Quran. Penaklukan kota Mekkah atau Fatu Makka juga merupakan peristiwa bersejarah pada hari ke 10 Ramadhan 8 Hijriah yang menambah pentingnya bulan Ramadhan dalam sejarah Islam.

Idul Fitri tidak hanya menjadi momen perayaan bagi umat Islam, namun juga memiliki makna sejarah yang mendalam. Dedikasi tersebut mengingatkan umat Islam akan pencapaian besar sejarah Islam dan mengajak mereka untuk merefleksikan pesan-pesan kebaikan dan tujuan yang terkandung dalam ajaran agama.

Sejarah awal mula Idul Fitri dirayakan memberikan landasan yang kokoh pada perayaan tersebut, namun peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi selama bulan Ramadhan menambah makna dan keunikan bulan suci tersebut.

1 Pengamatan dan penentuan Syawal di Indonesia dilakukan dengan metode Hisab dan Rukyat yang dikutip dari buku Tgk “Peran Hisab Rukya dan Azimuth Kiblat”. T. Mahmood Ahmed, S.Ag. Metode perhitungannya meliputi perhitungan matematis dan astronomi untuk menentukan posisi bulan hingga menentukan awal bulan dalam kalender Hijriah. metode kalkulasi

Dalam Islam, hisab sering digunakan dalam ilmu astronomi atau astronomi untuk memperkirakan posisi matahari dan bulan relatif terhadap bumi. Posisi Bulan sebagai penanda dimulainya periode Amavasya dalam kalender Hijriah Meskipun posisi Bulan diperkirakan memprediksi datangnya bulan baru, namun posisi Matahari penting dalam menentukan waktu sholat.

Contoh amalan yang menggunakan perhitungan adalah penggunaan perhitungan matematis dan astronomi untuk menentukan awal bulan Ramadhan, awal Syawal (Idul Fitri) dan Zulhijah (Idul Adha) pada saat puasa umat Islam di Indonesia. . ) Misalnya, para astronom menghitung pergerakan bulan dan matahari untuk menentukan awal bulan Syawal yang menandai berakhirnya bulan puasa Ramadhan. metode rukyat

Sedangkan metode Rukyat dilakukan dengan mengamati penampakan hilal atau kemunculan bulan sabit pertama setelah Itzimak terjadi. Rukyat dapat dilakukan dengan mata atau dengan menggunakan alat seperti teleskop. Kegiatan ruqat dilakukan pertama kali setelah Itzimak, dimana Bulan berada di ufuk barat dan terbenam sesaat setelah matahari terbenam. Saat bulan sabit terlihat, waktu setempat memasuki hari pertama saat senja.

Contoh amalan metode Rukyati adalah ketika individu atau kelompok mengamati langit pada waktu-waktu tertentu untuk mencari tanda-tanda bulan baru. Misalnya, sekelompok orang berkumpul di lokasi tertentu setelah matahari terbenam pada malam tertentu, mengamati langit dengan mata telanjang atau menggunakan instrumen seperti teleskop untuk mencari tanda-tanda bulan baru.

Di Indonesia, Kementerian Agama RI biasanya terlebih dahulu mengadakan sidang Isbat untuk menentukan jatuhnya 1 Syawal. Sidang Isbat ini dihadiri oleh para astronom, ulama dan pemuka agama, awal bulan Syawal ditentukan menurut metode Hisab dan Ruqyat yang ditetapkan secara resmi.

Misalnya, para astronom melaporkan hasil perhitungannya, sedangkan ilmuwan dan pemuka agama langsung memverifikasi hasil ruqat. Setelah mempertimbangkan berbagai faktor dan bukti-bukti yang ada, sidang Isbaad akan memutuskan tanggal mulainya bulan Syawal yang akan diumumkan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Taylor Swift Tolak Tawaran Tampil di Uni Emirat Arab dengan Bayaran Rp145 Miliar
Next post 6 Alasan Mengapa Android Lebih Unggul dari iPhone