Kemenkes RI Sediakan Ribuan Beasiswa Pendidikan Kesehatan untuk Pelajar dari Daerah Terpencil

Read Time:2 Minute, 40 Second

harfam.co.id, Jakarta – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes, Rhode Island) saat ini memberikan ribuan beasiswa khusus kepada anak-anak teladan yang ingin menjadi tenaga kesehatan. Dokter, dokter gigi, perawat, bidan dan petugas kesehatan lainnya, dll.

“Yang lebih penting lagi, beasiswa ini diperuntukkan bagi putra dan putri yang berasal dari daerah terpencil perbatasan pulau (DTPK) dan daerah bermasalah kesehatan (DBK),” kata Arianti Anaya, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan. Keterangan video Instagram @kemenkes_ri dikutip, Rabu (7/02/2024).

Menurut CEO yang akrab disapa Ade ini, banyak anak yang ingin mengabdi kepada masyarakat sebagai tenaga kesehatan namun terkendala biaya sekolah yang mahal sehingga ribuan anak diberikan beasiswa.

Faktanya, ada standar WHO – satu dokter per 1000 penduduk. Sementara itu, situasi di Indonesia masih satu dokter untuk setiap 1.836 penduduk.

“Ayo daftar melalui link sibk.kemkes.go.id dan cari informasi seputar beasiswa. “Menjadi salah satu penerima hibah Kementerian Kesehatan untuk membangun Indonesia sehat,” kata Ade.

Dalam pesan video, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) mengatakan pemberian hibah tersebut sejalan dengan pilar ke-5 transformasi sumber daya manusia (SDM) bidang kesehatan.

“Pilar 5: Transformasi sumber daya manusia untuk layanan kesehatan. “Saya bersama Ibu Arianti Anaya alias Ibu Ade selaku CEO #BGS Staf Kesehatan @kemenkes_ri berusaha memenuhi kebutuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang sangat kekurangan dan tersebar tidak merata untuk melayani lebih dari 280 orang. juta masyarakat Indonesia,” tulis Budi dalam video tersebut.

Seperti diketahui, menurut standar WHO, jumlah dokter ideal di dalam negeri adalah 1:1000 (1 dokter per 1000 penduduk), lanjut Budi. Sedangkan di Indonesia rasionya saat ini 1:1836.

“Untuk melaksanakan perubahan di bidang kesehatan, Kementerian Kesehatan telah melaksanakan berbagai program beasiswa untuk berbagai profesi dan jenjang pendidikan di bidang kesehatan.”

“Khususnya bagi generasi muda di daerah yang ingin menjadikan Indonesia negara sehat. Informasi mengenai beasiswa dapat dilihat di sibk.kemkes.go.id. “Silakan daftar, biaya kuliah tidak lagi menjadi kendala,” kata Budi.

Di website sibk.kemkes.go.id Anda dapat melihat program beasiswa yang terbuka, sedang berlangsung, atau tertutup. Yang dilakukan saat ini hanyalah hibah untuk dokter dan dokter gigi.

Kementerian Kesehatan telah membuka peluang dan kesempatan bagi putra-putri Indonesia melalui Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/F/3695/2023 tentang Rekrutmen Penerima Bantuan Biaya Pendidikan Kedokteran dan Kedokteran Gigi Tahap I Tahun 2024.

Khususnya lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat. Siswa yang terdaftar dalam program pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi sarjana muda atau profesional juga memenuhi syarat untuk Program Bantuan Pendidikan Kedokteran dan Gigi.

Hibah tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi sumber daya manusia kesehatan untuk pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia. 

Peserta yang berhak mengikuti pendidikan kedokteran dan kedokteran gigi diberikan prioritas dari Daerah Rentan, Perbatasan dan Pulau (VTRI), Daerah Tantangan Kesehatan (BRK) dan Daerah Prioritas Kementerian Kesehatan. 

Anggota yang berhak mengikuti pendidikan kedokteran dan kedokteran gigi harus mempunyai komitmen untuk mengabdi dalam jangka waktu tertentu. Ditawarkan oleh pemerintah daerah, mereka bertanggung jawab atas pemanfaatan peserta pendidikan tinggi sesuai dengan kebutuhannya.

Pada tahun 2024, Bantuan Biaya Pendidikan Kedokteran dan Gigi Tingkat I akan berlaku bagi pelamar (mahasiswa yang saat ini terdaftar dalam program pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi sarjana muda atau profesional).

Informasi lengkap mengenai jadwal pendaftaran, kriteria dan persyaratan pelamar dapat dilihat pada halaman di atas.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post 4 Cara Memindai Kode QR Menggunakan Samsung Tanpa Aplikasi Tambahan
Next post Startup Asal Singapura Lirik UMKM Indonesia Masuk Ekosistem Digital