Kemenperin Dorong IKM Batik Rebut Pasar Seragam Haji

Read Time:2 Minute, 31 Second

REPUBLIKA.CO. Pasar batik untuk kebutuhan jamaah haji.

Pasalnya, Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia tentu memiliki jumlah jemaah haji terbanyak. Pada haji 2024, informasi Kementerian Agama (Kemenag) menyebutkan akan datang dari Indonesia pada tahun 2024 sebanyak 241 orang.

Salah satu ciri jamaah haji di Indonesia adalah penggunaan busana batik untuk memudahkan identifikasi rombongan perjalanan. CEO Perusahaan Usaha Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Reni Yanita Jakarta, Selasa, tanggal 2/ 4/2024).

Pada musim haji ini, Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) telah menyetujui gaya batik haji untuk wisatawan Indonesia. Kompetisi ini berasal dari pemenang lomba desain motif batik jamaah haji Indonesia yang diadakan pada Agustus 2023, dan Sony Adi Nugroho menjadi juara dengan motif Sekar Arum Sari.

Kain batiknya didominasi warna ungu dengan tambahan corak berupa siluet lambang Garuda. Batik ini nantinya akan diminta untuk digunakan oleh jamaah haji asal Indonesia melalui penyedia layanan haji. Hak kekayaan intelektual batik yang dimenangkan menjadi milik Kementerian Agama yang juga mendirikan IKM batik 61 untuk pembuatan baju batik atas instruksi Dirut PHU.

Melalui upaya tersebut, Dirjen IKMA menyampaikan apresiasi atas langkah Kementerian Agama melalui Dirjen PHU dalam menjaga penggunaan pakaian batik dan batik non print bagi jamaah haji asal Indonesia. “Tentunya kami yakin ini adalah awal yang baik dan langkah maju dalam memberdayakan para seniman di industri batik, serta menciptakan agen pemasaran haji untuk menampilkan busana batik Indonesia,” jelasnya.

Sebagai syarat untuk mendapatkan izin memproduksi batik, berdasarkan Keputusan Ketua Pelaksana PHU Nomor 366 Tahun 2023, seniman IKM harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang sesuai dengan Standar Usaha Indonesia (KBLI) 13134 (Perusahaan Batik) . Selanjutnya akan direkomendasikan untuk digunakan oleh wisatawan Indonesia melalui penyedia layanan haji.

Selain itu, memiliki bahan baku dan teknologi produksi yang rata-rata, telah atau sedang dalam proses sertifikasi Batikmark, telah atau sedang dalam proses sertifikasi halal yang diserahkan kepada Perusahaan Penyedia Produk Hala (BPJPH), memiliki bengkel atau lokasi tempat Anda bekerja. produksi, dan Anda mempunyai bukti kemampuan memproduksi batik. Setelah mendapat izin usaha, IKM dapat berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BPS) Dana Perencanaan Ibadah Haji (BPIH) untuk ikut serta dalam pembelian pakaian batik bagi pengunjung haji Indonesia yang diselenggarakan oleh BPS BPIH.

Direktur Utama IKMA mengatakan pada tahun 2024, Kementerian Perindustrian akan mendukung kebijakan yang memberikan kemudahan pengecekan sertifikasi Batikmark dan pengecekan sertifikasi halal bagi IKM batik yang belum mengajukan atau sedang dalam proses penerbitan sertifikasi. Tujuannya untuk mendukung usaha kecil dan menengah dengan memberikan prospek yang lebih baik bagi pelanggan haji.

“Kami berharap kedepannya akan semakin banyak lagi IKM seniman batik yang mendapatkan manfaat dari kebijakan ini dengan membuatkan baju batik untuk jamaah haji Indonesia,” ujarnya.

Reni menambahkan, Kementerian Perindustrian bertanggung jawab menjaga kualitas antara kegiatan yang ditetapkan Kementerian Agama dengan kualitas produk akhir yang dihasilkan IKM.

Namun kami yakin dengan diterapkannya kebijakan pembelian pakaian batik bagi pengunjung haji Indonesia, interaksi dan komunikasi dengan banyak pemangku kepentingan dapat terjalin. Kemenag, Kemenperin, dan BPS BPIH berharap program ini dapat berlanjut dalam jangka panjang dan banyak IKM seniman batik yang juga dapat merasakan manfaat dari program ini.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Komersialisasi Kredit Karbon untuk Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca
Next post Bisnis Baru Mark Zuckerberg, Bangun Ternak Sapi dengan Lahan Senilai Rp 4,2 Triliun