Kesuksesan Timnas Indonesia di Piala Asia U-23 2024 Harus Jadi Pijakan untuk Siapkan Kompetisi Berjenjang

Read Time:1 Minute, 47 Second

harfam.co.id, Jakarta Hasil impresif berhasil diraih Timnas Indonesia pada Piala Asia U-23 2024 yang digelar di Qatar pada 15 April 2024. Secara mengejutkan, pasukan Shin Tae-yong melaju ke babak semifinal.

Piala Asia U-23 2024 merupakan penampilan pertama Indonesia di kompetisi tersebut sejak digelar pada 2012. Meski minim pengalaman, Indonesia langsung tampil impresif dengan mengalahkan banyak tim besar seperti Australia, Yordania, dan Korea Selatan.

Target awal untuk masuk delapan besar terlampaui. Indonesia berpeluang lolos ke Olimpiade 2024 karena berada di posisi empat besar. Sayangnya, Timnas Indonesia kalah 0:2 dari Uzbekistan di babak semifinal tadi malam.

Meski kalah, Indonesia mampu memberikan perlawanan sengit. Mohamed Ferrari bahkan memimpin melalui tendangannya sebelum gol tersebut dianulir oleh VAR karena striker Ramadhan Sananta dinyatakan offside.

Usai kalah dari Uzbekistan, peluang melaju ke Olimpiade 2024 tetap terbuka. Syaratnya adalah memenangkan pertandingan perebutan tempat ketiga melawan Irak. Jika kalah, Indonesia punya satu peluang lagi di babak play-off melawan tim Afrika Guinea.

Kesuksesan Indonesia di Piala Asia U-23 2024 diharapkan menjadi awal dari kesuksesan besar lainnya di masa depan. Pengamat sepak bola Taufik Jusral Efendi memberikan saran dan tantangan kepada PSSI agar sepak bola Indonesia terus berkembang mantap di Piala Asia U-23 2024.

Memaksimalkan kecepatan U-23 merupakan langkah mempersiapkan pemain muda untuk berkompetisi di level U-13, U-15, U-17. Mengembangkan program kompetisi bekerjasama dengan Pemkab dengan memberikan tugas kepada Asprov. provinsi, Asprov, Taufik dalam keterangan tertulisnya, mengatakan agar Asosiasi Kompetisi Amatir ditata kembali untuk kantor/pejabat di 514 provinsi/kabupaten dan ribuan desa.

Menurut Taufik, kesuksesan timnas U-23 Indonesia di Qatar merupakan hasil kerja keras jangka panjang STY. Termasuk memangkas generasi dengan menggenjot pemain muda. Oleh karena itu, pembinaan pemain muda patut dilanjutkan PSSI di bawah kepemimpinan Eric Thohir.

“Semua Asprov harus memiliki basis pemain minimal U-13, U-15, U-17. Pemain yang memenuhi kriteria tinggi badan, berat badan, pendidikan dan prestasi sepak bola. ⁠Segitiga kerjasama,” lanjut Taufik.

Untuk meneruskan kesuksesan timnas U-23 Indonesia, Taufik melihat setidaknya ada 44 pemain terbaik Asprov di setiap kelompok umur. ⁠PSSI juga harus bisa mencari pemain serba bisa yang bisa bermain minimal di 3 posisi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post
Next post Apresiasi Perempuan Inspiratif, TRAH Rilis Lagu di Momen Hari Kartini 2024