Melajang Bikin Orang Lebih Cepat Tua, Tingkatkan Risiko Kematian Dini

Read Time:2 Minute, 11 Second

harfam.co.id, JAKARTA – Para ilmuwan menemukan bahwa orang yang tidak memiliki pasangan biologis lebih cepat menua dan meninggal lebih cepat karena berbagai sebab. Ini juga mencakup orang-orang yang bukan anggota organisasi atau kelompok sosial.

Begitu pula halnya dengan masyarakat yang tidak berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Orang yang tidak berbicara dengan teman atau keluarganya melalui telepon, tidak mengunjungi teman atau kerabatnya secara langsung, dan tidak pergi ke tempat ibadah mempunyai masalah yang sama.

“Studi ini menunjukkan hubungan penting antara kesepian, kesehatan, dan penuaan. Kesepian, dikombinasikan dengan demografi dan kondisi kesehatan, tampaknya menjadi faktor penting dalam percepatan penuaan dan kematian dini,” kata penulis senior dan ahli jantung Amir Lerman kepada The Sun mengutip, Minggu (24/3/2024).

Tentu saja, orang bisa mengubah perilakunya. Masyarakat dapat mulai lebih bersosialisasi, berolahraga secara teratur, makan lebih sehat, berhenti merokok, cukup tidur, dll. Menurut Lerman, melakukan dan mempertahankan perubahan ini dapat membantu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Peneliti dari Rochester, Minnesota, Amerika Serikat mengamati hubungan antara hidup sendiri dan penuaan biologis. Usia biologis didefinisikan sebagai usia sel-sel tubuh (relatif terhadap usia sebenarnya, atau usia seseorang).

Mereka mengikuti 280.324 pria dan wanita berusia di atas 18 tahun yang menerima perawatan medis di Mayo Clinic antara tahun 2019 dan 2022. Masing-masing menyelesaikan kuesioner tentang kehidupan sosial mereka dan menjalani tes jantung yang disebut elektrokardiografi (EKG) dalam waktu satu tahun. Kuesionernya adalah pilihan ganda dengan pertanyaan seperti ini.

– Apakah Anda tergabung dalam kelompok atau organisasi seperti kelompok agama, serikat pekerja, klub persaudaraan atau olahraga, atau klub sekolah? – Ya (1), Tidak (0), Menolak (tidak ada)

– Seberapa sering Anda menghadiri pertemuan organisasi atau kelompok tempat Anda bergabung? – Tidak pernah (0), satu sampai empat kali setahun (0), lebih dari empat kali setahun (1), penolakan (n/a)

– Dalam seminggu, berapa kali Anda menelepon keluarga, teman, atau kenalan? – Tidak pernah (0), seminggu sekali (0), seminggu dua kali (0), seminggu tiga kali (0), lebih dari tiga kali seminggu (1), penolakan (t/a)

– Seberapa sering Anda pergi ke tempat ibadah? – Tidak pernah (0), satu sampai empat kali setahun (0), lebih dari empat kali setahun (1), penolakan (n/a)

– Seberapa sering Anda berkumpul dengan teman atau keluarga? – Tidak pernah (0), seminggu sekali (0), seminggu dua kali (0), seminggu tiga kali (1), lebih dari tiga kali seminggu (1), penolakan (t/a)

– Apakah Anda saat ini sudah menikah, bercerai, berpisah, lajang, atau tinggal bersama pasangan? – Lajang (0), Berpisah (0), Cerai (0), Janda (0), Hidup Bersama (1), Menikah (1), Menolak (n/a)

Setiap jawaban diberi skor 0 atau 1. Skor berkisar dari 0 hingga 4, menunjukkan isolasi paling sedikit.

Harapan hidup dihitung berdasarkan rekaman EKG. Selisih antara usia biologis dan usia sebenarnya kemudian dihitung.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Kerap Dibuang Sia-Sia, 7 Biji Buah Ini Punya Manfaat Kesehatan
Next post Fitur WhatsApp Ini Sulit Dibobol, Bisa untuk Selingkuh hingga Kejahatan