Meriahkan Suasana Lebaran, Ini 4 Alasan Mengapa Selalu Ada Kue Kering Saat Idul Fitri

Read Time:3 Minute, 8 Second

harfam.co.id, Jakarta – Katakan segera. Menjelang Idul Fitri tentunya banyak hal yang dipersiapkan umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Banyak umat Islam di Indonesia yang menyiapkan baju baru, hidangan hari raya, dan jajanan yang wajib ada di meja tamu yaitu kue kering.

Seperti yang diketahui, lebaran sendiri identik dengan produk manisan. Ya, kue kering adalah camilan penting yang ada di setiap meja di rumah. Tentu saja banyak sekali jenis kue yang dijadikan jajanan di hari raya Idul Fitri.

Namun secara umum, confectionery selalu menyemangati dan menemani momen hangat kumpul keluarga Idul Fitri. Namun banyak yang bertanya-tanya kenapa kue kering selalu ada di hari raya Idul Fitri, bukan?

Berikut beberapa fakta kue yang selalu tersedia saat lebaran.

1. Hutan sebagai simbol partai

Semua orang tahu bahwa ada banyak jenis kue kering, namun sebagian besar Idul Fitri disajikan dengan nast dan castangels. Kedua kue ini dibawa oleh orang Belanda, dan selalu dibuat saat hari raya.

Tampaknya kebiasaan tersebut sudah menjadi tradisi bawaan masyarakat dan kini kerupuk sudah menjadi makanan wajib saat lebaran. Namun, pasta wajib dikonsumsi tidak hanya saat Idul Fitri, tapi juga saat hari raya lainnya, Natal, dan Tahun Baru.

2. Mempererat persahabatan

Idul Fitri merupakan saat-saat hangat yang jarang kita habiskan bersama keluarga atau kerabat. Oleh karena itu, banyak keluarga yang menyajikan beragam hidangan, salah satunya dipadukan dengan kue-kue untuk menyambut tamu.

Fadli Rahman, sejarawan kuliner Universitas Pajajaran, pernah mengatakan bahwa budaya menyajikan masakan berbeda dimulai pada awal abad ke-20. Saat Idul Fitri, orang-orang Eropa menyajikan kue kepada penduduk setempat, dan pada hari Natal, penduduk setempat mengirimkan makanan kepada orang-orang keturunan Eropa.

3. Kue kering lebih awet

Banyak orang mungkin bertanya-tanya berapa banyak kue kering yang disajikan saat lebaran. Pada mulanya kue ini hanya dimakan oleh para bangsawan, dan baru kemudian menyebar ke seluruh dunia melalui para pedagang muslim.

Jajanan lezat ini baru tersedia bagi masyarakat awam pada abad ke-14, dan karena sangat awet bila disimpan dalam waktu lama, maka dijadikan makanan saat bepergian.

Hal inilah yang rupanya menjadi alasan mengapa banyak orang yang menyajikan kue kering sebagai salah satu makanan pembuka yang wajib dimiliki saat menjamu tamu. Tahan lama dalam wadah kedap udara, kue kering ini merupakan pilihan camilan yang nyaman dan murah.

4. Membawa kehangatan pada rumah

Kehadiran kue-kue di dalam rumah membuat suasana semakin hangat. Selain itu, proses pembuatan kuenya juga dijamin akan membawa kehangatan antar anggota keluarga. Belum lagi menikmatinya bersama keluarga besar saat lebaran tiba.

Saat ini para pengusaha kue kering di Provinsi Gorontalo kerap mengeluhkan mahalnya harga minyak goreng kemasan. Meski saat ini pasokan minyak goreng kemasan masih tersedia, namun harganya dinilai sangat menyesakkan.

Mereka mengaku dengan menggunakan minyak goreng kemasan membuat kue kering yang mereka hasilkan terasa lebih enak. Jika beralih ke minyak mentah, kualitas kuenya akan menurun.

Meski harganya sangat mahal, Anda tetap harus membeli minyak kemasan. Pasalnya, mereka saat ini sedang menjalankan tugas tertentu yang harus diselesaikan lima hari sebelum Idul Fitri.

“Meski mahal, kami terpaksa membelinya. Karena minyak goreng curah kurang bagus untuk dijadikan bahan baku kue kering,” kata Ruslin, salah satu pengusaha kue Bone Bolango, Kamis di harfam.co.id (14/04). . /2022).

Menurut dia, jika minyak curah digunakan sebagai bahan baku kue kering, selain mempengaruhi rasanya, kue tersebut juga tidak akan mampu bertahan dalam jangka waktu tertentu.

“Umumnya kalau pakai minyak curah, kuenya cepat amis, dan kalau disimpan lama pasti berjamur,” ujarnya.

“Dengan kata lain, minyak yang dikemas dalam jumlah besar tidak memenuhi persyaratan higienis seperti minyak yang dikemas dalam produksi,” ujarnya.

Saat ini, beberapa supermarket dan toko serba ada menjual minyak goreng kemasan dengan harga berbeda. Minyak goreng dalam kemasan tidak lagi dikenakan Harga Jual Tertinggi (HET) pemerintah tetapi bergantung pada mereknya.

“Kami melihat harga oli kemasan tergantung mereknya. Belakangan ini banyak bermunculan merek oli kemasan baru,” tegasnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Pratama Arhan Banjir Pujian Netizen Usai Jadi Penentu Kemenangan Indonesia vs Korea Selatan
Next post Denny Sumargo Pernah Berniat Menikahi Sandra Dewi, Begini Reaksinya saat Diminta Bahas Kasus Korupsi Timah