Para Srikandi di Bidang Teknologi Kesehatan Ngumpul di IDMS 2022, Bahas Apa?

Read Time:2 Minute, 39 Second

harfam.co.id – Partisipasi perempuan di bidang teknologi kesehatan semakin meningkat. Hanya sedikit perempuan yang menjadi CEO dan pendiri perusahaan teknologi kesehatan, seiring dengan banyaknya inovasi untuk kesehatan masyarakat.

Hal inilah yang menjadi alasan dicanangkannya tenaga kesehatan perempuan di komunitas teknologi pada Indonesia Digital Medic Summit (IDMS) 2022. Komunitas ini akan menjadi wadah untuk mempelajari praktik terbaik terkait pengambilan keputusan sekaligus meningkatkan kontribusi perempuan di bidang digitalisasi kesehatan.

“Di industri non kesehatan, mungkin sudah banyak perempuan yang menguasai teknologi dan menggunakannya dalam pekerjaan sehari-hari. Hal ini sedikit berbeda dalam dunia kesehatan, di mana pengambilan keputusan bisa jadi lebih menantang jika berkaitan dengan pasien. “Dengan terbentuknya perempuan di komunitas teknologi kesehatan, diharapkan dapat menjadi jembatan dan ekosistem bagi perempuan di industri kesehatan untuk saling belajar dan berbagi pengalaman,” Ketua IDMS 2022 Dr. dibuat,” kata Rosita Rivai dalam keterangan yang diperoleh harfam.co.id.

Dalam talkshow Health-Women in Tech pada Rabu, 19 Oktober 2022, Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Tiomaida Saviana Hasmidavati Hasogyan mengatakan, pihaknya saat ini fokus pada kesehatan. Mendukung transformasi teknologi sebagai bagian dari 6 pilar kesehatan Indonesia. Transformasi teknologi kesehatan mendukung transformasi layanan primer, rujukan, sistem ketahanan kesehatan, pembiayaan dan sumber daya manusia.

Salah satu implementasinya adalah pengembangan Citizen Health App (CHA) yang akan menyimpan data kesehatan pribadi masyarakat yang digunakan selama berobat, sehingga rekam medis terintegrasi dan aman. Aplikasi tersebut akan dikembangkan dari aplikasi Pedulilandungi yang saat ini digunakan oleh 102 juta pengguna aktif dan 8 juta pengguna aktif.

“Sesuai arahan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, data kesehatan harus mendukung pelayanan, tidak hanya sekedar laporan, harus menjadi dasar pengambilan keputusan dan pengambilan kebijakan,” kata Tiomaida.

Sementara itu, Dr. Grace Cilia, MKK, pendiri Kitras, mengatakan platform Kitras terus berkembang sebagai sistem manajemen pendidikan atau pembelajaran (LMS) serta media survei independen.

“Kami ingin berkontribusi pada ekosistem digitalisasi kesehatan Indonesia. Komunitas Digital Medis Indonesia merupakan sebuah platform untuk mendukung kelanjutan pengembangan digitalisasi kesehatan di Indonesia. Untuk itu, kolaborasi dengan semua pihak sangat penting untuk mendorong percepatan digitalisasi kesehatan di Indonesia, kata Grace.

Sebagai platform online health on demand, Kitras.Live akan menghadirkan IDMS 2022 sepanjang tahun, dengan semua talkshow dan pameran dapat diakses oleh seluruh mitra dan masyarakat setelah acara berakhir di Kitras.Live. Mitra dapat tetap terhubung dengan target pelanggannya dengan menampilkan katalog digital dan produk terkini yang selalu update.

Anggota IDMS 2022 berasal dari sejumlah organisasi mitra dan perusahaan teknologi serta start-up antara lain Aliansi Telemedis Indonesia (ATNC), Persatuan Tenaga Informatika Rumah Sakit (PETERS), Persatuan Kedokteran Digital Terpadu Indonesia (Predigty). Sysmex, BotMD, BitHealth, Dokter yang Baik dan Ergotron. Pameran dan talkshow ini ditargetkan minimal 2.000 peserta yang akan berpartisipasi secara luring dan daring.

Selain peluncuran komunitas Kesehatan – Women in Tech, IDMS 2022 akan menampilkan diskusi mengenai topik digitalisasi kesehatan yang sedang berkembang, misalnya rekam medis elektronik. Dalam diskusi percepatan transformasi digital di rumah sakit pasca PMK 24 Tahun 2022, Hananiel Prakasya Widjaya (Cortex Indonesia) mengatakan, pasca terbitnya Peraturan Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis Elektronik (RME) akan menjadi hal yang wajib. RME akan diterapkan untuk fasilitas kesehatan.

“Regulasi ini menjadi tantangan transformasi digital, salah satu kuncinya adalah mampu mengambil keputusan untuk berubah.” Digitalisasi akan meningkatkan pengalaman pasien, kualitas layanan, meningkatkan keterlibatan pengguna.”

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post UEA Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 FIFA 2027
Next post Intip Kecanggihan Pabrik GAC Aion, Produksi 1 Mobil Listrik Tiap Menit