PTPN IV PalmCo Target Remajakan 15 Ribu Ha Sawit di Jambi

Read Time:3 Minute, 12 Second

Liputan6. Asosiasi Palms Inti Rakit (aspek).

Program Pelatihan Teknis Pengolahan Minyak Sawit Masyarakat (PSR) yang merupakan model kemitraan dengan tema “Pengilangan Kelapa Sawit dan Mendukung Petani melalui Penyulingan Minyak Sawit” yang diselenggarakan di Kabupaten Jambi merupakan bagian dari dukungan PSR, salah satu Rencana Strategis Nasional. ).

Mahmudi, Direktur Produksi dan Pengembangan Holding PTPN III (Persero) yang turut serta dalam acara tersebut mengatakan, PTPN mendukung pengembangan perkebunan Indonesia melalui rencana strategis nasional dengan meningkatkan target produksi CPO (Crude Palm Oil). minyak goreng.

Selain itu, ia juga menyebutkan 120 ribu petani dan keluarga akan didukung dalam program transfer plasma. Sebagai perusahaan milik pemerintah, PTPN menegaskan fokusnya tidak hanya sekedar mencari keuntungan, tapi juga menjadi agen pembangunan yang mempercepat pemulihan kelapa sawit. “Rencana PSR merupakan salah satu amanat rencana strategis nasional yang harus dilaksanakan melalui kerja sama pemerintah, perusahaan, dan produsen kelapa sawit.” Pembentukan PTPN IV PalmCo pada Desember tahun lalu akan berperan dalam percepatan PSR. kata Mahmudi seperti dikutip Kamis (7/3/2024).

Sementara itu, Gubernur Jambi Dr Al Haris mengapresiasi program yang digagas CEO PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa dan Pakarpir ke Kalimantan.

“Pemerintah Provinsi Jambi mendukung penuh dan bangga menjadi salah satu provinsi yang mendapat perhatian PTPN IV dalam percepatan PSR melalui model kemitraan. Program ini akan sangat bermanfaat bagi petani, terutama dalam meningkatkan kesadaran penerapan praktik perkebunan berkelanjutan, ujar Al Haris di BW Luxury Jambi Hotel.

Al Haris juga berharap PTPN IV Regional 4 Jambi juga dapat kembali menjalin kerja sama dengan beberapa KUD yang dikelola perusahaan.

“Dari 22 KUD tersebut, 8 masih bekerja sama. Diharapkan KUD lainnya dapat kembali menjalin kerjasama dengan PTPN,” kata Al Haris.

Al Haris memaparkan potensi PSR pada acara yang dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Andy Noor Alamsia, Direktur PTPN IV Jatmiko Santosa, dan Ketua Umum DPP Pakarpir Setyono. Jambi sangat besar.

Ia menjelaskan, provinsi yang berbatasan dengan Rio dan Sumbar ini memiliki luas perkebunan kelapa sawit seluas 1,2 juta dunam.

Namun, ia mengakui adanya keterbatasan dan inkonsistensi dalam penerapan praktik perkebunan berkelanjutan yang dilakukan petani sawit. “Di Provinsi Jambi, terdapat 1,2 juta lahan sawit yang dibagikan oleh petani. Namun dengan pemahaman yang berbeda-beda, ada masyarakat yang lebih paham, ada yang kurang paham, bahkan ada yang tidak paham,” ujarnya.

 

Oleh karena itu, program Bimtech ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan pemahaman para petani sawit, mulai dari pemilihan bibit sawit unggul, pemanfaatan lahan dan penggunaan pupuk, sehingga lebih produktif, serta memberikan pelayanan yang ramah lingkungan.

“Kami yakin dengan contoh ini kualitas dan produksi dapat meningkatkan hasil produksi dan meningkatkan pendapatan daerah,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Utama PTPN IV PalmCo Yatmiko Santosa menjelaskan, perusahaan yang berada di bawah holding Perkebunan Nusantara (Persero) ini mendapat mandat untuk merehabilitasi lahan perkebunan kelapa sawit tua seluas 15.000 Ha di Jambi pada tahun 2026.

Dijelaskannya, kegiatan ini merupakan langkah yang tepat untuk melaksanakan amanah tersebut. “Adanya Dirjen Perkebunan dan Gubernur di Bimtec sangat membantu percepatan PSR khususnya di Kabupaten Jambi, sehingga pelatihan teknis ini harus kita manfaatkan dengan baik agar kita bisa bersinergi mensukseskan PSR,” jelas Jetmiko. .

Lebih lanjut Jetmiko menyampaikan, ada empat formula untuk mempercepat replikasi PSR di Jambi dan Sumbar di beberapa kabupaten. Keempatnya adalah mendukung proses pembaharuan melalui penyediaan benih kelapa sawit premium, penerapan tata kelola perusahaan yang transparan, program padat karya dan pembangunan berkelanjutan.

 

Andy Noor Alamsia, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian atau Kementerian Pertanian, mengatakan pihaknya mendukung PSR dengan menyederhanakan aturan dan persyaratan untuk mengurangi konflik di lapangan.

Peraturan baru ini akan menghapus peraturan lama yang dianggap kurang optimal dalam mengelola kelapa sawit secara efektif, khususnya terkait program PSR.

“Kemudian akan ada regulasi yang mengintegrasikan semuanya mulai dari PSR, serperat (sarana dan prasarana perkebunan), sumber daya manusia, ISPO (minyak sawit berkelanjutan Indonesia),” imbuhnya.

Ketua Umum DPP ASPEKPIR Indonesia Setiyono Jambi dan peserta diklat teknis dari Sumbar menghimbau agar tidak salah mengambil keputusan dalam melaksanakan PSR,” pungkas Setiono.

 

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post
Next post Tampilan Keren Modifikasi Honda PCX160 Juara Honda Modif Contest