Satunesia Menggelar Voice of Colours: a Deaf Artist Art Exhibition & Auction, Tampilkan Karya Seni Seniman Tuli

Read Time:1 Minute, 49 Second

harfam.co.id adalah proyek yang dibuat oleh Jakarta Suara Dalam Karya SATUNESIA untuk mendorong penyandang tunarungu agar memiliki kesempatan yang sama dengan seniman.

Muhammad Andreza, salah satu pendiri SATUNESIA, mengatakan banyak kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan ‘Voice at work’.

“Kami akan mengadakan enam kali program khusus untuk teman-teman tunarungu,” kata Muhammad Andreza saat tampil di acara ‘The Sound of Color: Pameran Seni dan Lelang Seniman Tunarungu’ di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 27 April 2024.

Setelah rangkaian pengajaran, lanjut Andreza, akan diadakan Pameran Seni Suara di Tempat Kerja.

Insya Allah Zen 1 akan digelar di Galeri Menteng, ujarnya.

Dijelaskan Muhammad Andreza, Pameran Seni Suara Dalam Karya akan menampilkan teman-teman tunarungu.

“Juga akan ada kompetisi karya seni karya para penyandang tunarungu,” kata Andreza.

Sinda Sutadisastra, salah satu pembicara dari Lions Club Indonesia, berharap acara seperti ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi penyandang tunarungu untuk mendapatkan pengakuan dan dukungan finansial bagi mereka, tetapi juga mendorong para kolektor dan pecinta seni untuk berinvestasi pada berbagai jenis seni .

“Dengan mengadakan pameran khusus bagi penyandang tunarungu, kami mengirimkan pesan yang kuat tentang kontribusi seni, dan acara ini juga menunjukkan komitmen kami untuk memberikan kesempatan yang sama kepada seniman dari berbagai budaya, apapun pendengarannya,” kata Sinda Sutadisastra.

Kedepannya, menurut Sinda, presentasi ini akan membawa pengakuan dan manfaat yang diperlukan bagi para penyandang tunarungu. Menghargai karya dan sumbangsihnya terhadap dunia seni serta menunjukkan bakat dan kreativitas para seniman tunarungu.

“Pameran ini mendorong para penyandang tunarungu lainnya untuk menekuni passionnya terhadap seni dan menginspirasi mereka untuk mengatasi hambatan dan stereotip dalam dunia seni,” tambah Sinda Sutadisastra.

Acara ini juga menciptakan rasa kebersamaan antara seniman tunarungu dan pendukungnya, sehingga menciptakan hubungan yang dapat memberikan dukungan dan kolaborasi berkelanjutan bagi para aktor tunarungu.

“Melalui penekanannya pada inklusivitas dan aksesibilitas, pameran ini melakukan upaya lebih besar untuk membuat dunia seni menjadi lebih ramah dan inklusif terhadap para aktor dan penonton dari berbagai budaya,” tutup Sinda Sutadisastra.

Dalam acara ‘Suara di Tempat Kerja’, diadakan diskusi dengan tema ‘Bersama, Maju, Melibatkan’. Acara tersebut membahas bagaimana upaya yang lebih maksimal bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam bidang pekerjaan.

Pembicara lainnya antara lain Cynthia, seniman tunarungu SATUNESIA dan Nadira Alivia, pendiri Akun Setara.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Cara SeaBank Bantu Pemerataan Literasi Keuangan di Indonesia
Next post Fitur AI Tersembunyi di iPhone yang Bisa Bantu Pekerjaan Kamu Jadi Lebih Mudah