Semangat Pemuda Pengolah Limbah Organik Ini Berikan Kontribusi untuk Indonesia yang Lebih Baik

Read Time:2 Minute, 10 Second

HIDUP – Salah satu pemuda yang cukup sibuk adalah Arki Gelang Wahab (36), asal Desa Banjarniar, Kecamatan Sukarja, Banyumas, Jawa Tengah (Jateng).  Archie aktif berkeliling ke berbagai kota untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak.

Kolaborasi intensif yang dilakukan baru-baru ini adalah dengan Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor yang fokus pada pengelolaan sampah khususnya sampah organik.

Archae menggunakan lalat prajurit hitam (BSF) atau larva belatung untuk menguraikan sampah organik. Di lokasi TSI Bogor banyak terdapat sampah organik yang berpotensi untuk diolah.

Kolaborasi ini dimulai pada November lalu dan saat ini mereka sedang membangun fasilitas budidaya larva pengurai sampah organik. Rencananya proses pengolahan sampah akan dimulai pada Maret 2023.

Proyek TSI Bogor ini akan menjadi percontohan bagi TSI lainnya, dimana sampah organik akan diolah menjadi larva yang dapat digunakan sebagai pakan ikan sekaligus pupuk jambu mete atau sumber protein limbah larva. Tujuannya adalah menghasilkan 1 ton larva per hari.

Selain berkolaborasi dengan TSI Bogor, Archie juga menjajaki kolaborasi di Bali untuk mengatasi permasalahan sampah dengan konsep yang sama yakni melalui budidaya larva.

Selain itu juga bekerjasama dengan mitra di Semarang, Salatiga, dan Pekalongan. Saat ini Arcee bersama mitranya mampu mengolah hingga 60 ton sampah organik.

Mereka berkolaborasi dengan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) dan Tempat Pembuangan Akhir Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPA BLE) di Banyomas. Total mitra yang terlibat mencapai lebih dari 2.500 orang.

Archie awalnya kembali ke desanya setelah lulus ITB dan memulai usaha sendiri di Bandung. Ia kembali ke Banyumas ketika daerah tersebut mengalami krisis sampah pada tahun 2018. Ia memulai bisnisnya hanya dengan tiga orang, termasuk saudara perempuannya dan seorang temannya, dan mengelola sampah dari tiga rumah.

Namun berkat kegigihan dan kerja keras, usahanya berkembang pesat, hingga pada tahun 2019, ia mampu mengelola sampah di Desa Banjarniar. Menurut Archie, semakin banyak larva yang dibesarkan maka semakin banyak pula sampah organik yang bisa diolah.

Larva mempunyai kemampuan mencerna sampah organik 4-10 kali berat badannya dalam waktu 24 jam. Artinya sampah organik tidak hanya dapat diolah tetapi juga dapat diproduksi menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi pertanian.

Selain itu, budidaya larva juga merupakan produk yang menjanjikan, karena larva dapat dijadikan pakan ikan yang kaya akan protein. Pasar larva masih terbuka dengan permintaan yang tinggi.

Arki mampu memproduksi larva sekitar 120 ton per bulan dengan omzet sekitar Rp 500 juta per bulan, namun permintaan pasar mencapai 1000 ton per bulan, bahkan saat Jepang memanfaatkan keindahan alam Jawa Tengah sebagai Mooi bergaya modern. Dikatakan untuk mengabadikannya. Lukisan Indi Sekitar tahun 1970-1980, kawasan Banyumas menjadi tujuan lukisan gaya Moi Indi oleh wisatawan mancanegara. Bahkan, tempat ini disebut sebagai galeri terpanjang harfam.co.id.co.id pada 4 Juli 2024

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post 3 Fitur Canggih Realme 12+ 5G, Serupa Mata Manusia
Next post PSG Dikalahkan Barcelona, Donnarumma Panen Hujatan