Suka Duka Porter, Tak Ada Tarif Pernah Cuma Diberi Ucapan Terima Kasih

Read Time:55 Second

JAKARTA – Kedatangan penumpang kereta api saat musim mudik menjadi berkah bagi para kuli angkut di Stasiun Gambir Jakarta. Namun, lebih banyak penumpang tidak menjamin peningkatan pendapatan yang signifikan.

Hal itu diungkapkan salah satu porter di Stasiun Gambir Jakarta kepada portal MNC Varsito. Porter tidak pernah memungut biaya atas jasanya, meskipun melayani penumpang untuk membawa barang bawaannya di dalam gerbong kereta.

Varsito mengatakan, mereka biasanya mendapat bayaran setelah membantu penumpang membawa barangnya. Namun jumlah mereka belum diketahui. Bahkan, ada pula yang hanya mengucapkan terima kasih.

“Ada yang ngasih $30.000, tapi ada juga yang ngasih $20.000, dan kadang ada juga yang cuma ngucapin terima kasih,” ujarnya sambil tertawa, Selasa (9/4/2024).

Menurut Varsito, pekerjaan karier bersifat sukarela. Operator tidak pernah mengenakan biaya untuk layanan mereka kepada penumpang yang kembali ke rumah. Namun, pria yang sudah 8 tahun bekerja sebagai kuli angkut ini mengaku pendapatannya dari arus balik meningkat dibandingkan hari biasa.

“Pendapatan meningkat karena sebagian porter sudah kembali ke kampung masing-masing. Naik 50%, tapi belum menentu. Kadang pemudik sibuk, tapi jarang pakai porter, ada kalanya penumpang sepi, pakai porter,” dia berkata.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Kepedulian Lingkungan dari Timur Jakarta, Memilah Sampah Ala KBA Kebon Pala
Next post Korsel Gelontorkan Rp 8,4 T Kembangkan AI untuk Kehidupan Sehari-hari