Telin dan KT Corporation Tekan MoU Guna Wujudkan Konektivitas Digital di Asia-Pasifik

Read Time:1 Minute, 41 Second

harfam.co.id, Jakarta Guna mewujudkan rendahnya permukaan laut Asia-Pasifik di masa depan, Konsorsium ALPHA (Asia Link for Advanced Performance of High-Speed ​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​

Dengan nota kesepahaman ini, keduanya akan mengerjakan perancangan dan pengembangan Sistem Komunikasi Kabel Laut Internasional (SKCL) yang menghubungkan Singapura, Jepang, Korea, Filipina, Vietnam, dan negara lainnya.

Chief Executive Officer Telin, Budi Satria Dharma Purba mengungkapkan, proyek kapal selam ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pengembangan konektivitas digital di Indonesia.

“Kami fokus pada penyediaan latensi ultra-rendah, perutean unik, dan akses langsung dari pusat data ke pusat data, yang kami yakini merupakan langkah penting menuju masa depan konektivitas digital di kawasan ini,” ujarnya.

Budi mengatakan melalui kerja sama ini, tujuh SKKL baru yang diberi nama ICE (Indonesia Cable Express) akan menjadikan perairan Indonesia sebagai pusat SKKL.

“Keikutsertaan Telin dalam konsorsium ALPHA akan memberikan manfaat bagi pengembangan infrastruktur digital dan menghubungkan lebih banyak orang di seluruh dunia di masa depan,” ujarnya.

“Kabel Alpha sendiri terdiri dari sedikitnya delapan pasang fiber dengan kecepatan 18 Tbps per fiber, sehingga memungkinkan transmisi data lancar dan berkecepatan tinggi di wilayah Asia Timur dan Selatan-Timur,” jelas Budi.

Wakil Presiden Senior KT Corporation, Jehoon Myung, mengatakan bahwa rencana fiber ALPHA KT berfungsi sebagai pusat utama untuk memenuhi permintaan cloud, big data, dan lalu lintas AI yang berkembang pesat di kawasan Asia.

“KT juga akan terus memperluas ekspansinya di pasar SKKL Asia dengan memperkuat hubungan dengan perusahaan global,” ujarnya.

Sekadar informasi, jumlah trafik terbesar berasal dari Amerika Serikat dan Eropa hingga kawasan Asia-Pasifik. Kapasitas pusat data di Malaysia, Indonesia dan India juga diperkirakan tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 10-25% selama lima tahun ke depan.

Sejauh ini, terdapat 38 SKKL di Singapura, menjadikannya tersibuk di dunia dibandingkan Mesir, Marseille, dan Tokyo. Dengan hadirnya SKKL, koneksi internet antar negara akan semakin kuat.

Konsorsium ALPHA diharapkan mulai beroperasi pada kontrak tahap ketiga pada tahun 2024. Setelah itu, konsorsium akan melanjutkan proses seleksi pemasok turnkey dan pengaturan lainnya.

Setelah seluruh rangkaian selesai, perangkat kabel ALPHA akan siap dioperasikan pada kuartal pertama tahun 2027.

 

(*)

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post 80 Persen Pasien Kanker Nasofaring Datang dengan Keluhan Pembesaran Kelenjar Getah Bening
Next post SLJ Global Private Placement 1,32 Miliar Saham