Terungkap, Ini Alasan Adolf Hitler Membantai Jutaan Orang Yahudi

Read Time:2 Minute, 27 Second

Jakarta – Adolf Hitler, diktator dan pemimpin Nazi Jerman, sangat membenci orang Yahudi.

Selama periode yang dikenal sebagai Holocaust dari tahun 1933 hingga 1945, Hitler bertanggung jawab atas kematian sekitar 6 juta orang Yahudi.

Orang Yahudi menjadi pengungsi karena terpaksa meninggalkan wilayah Eropa yang dikuasai rezim Nazi.

Menanggapi pembantaian ini, Amerika Serikat ikut serta dalam upaya pembentukan negara Israel, yang diharapkan dapat melindungi orang-orang Yahudi Eropa dari Holocaust. Adolf Hitler membunuh jutaan orang Yahudi

Dalam otobiografinya, Mein Kampf, Hitler memaparkan alasan kebenciannya terhadap orang Yahudi yang muncul dari pengalaman hidupnya.

Hitler menyukai orang Yahudi sejak dia masih kecil. Di Wina, tempat ia tinggal dan bekerja sebagai pelukis dari tahun 1908 hingga 1913, kebenciannya terhadap segala sesuatu yang berbau Yahudi mulai terbentuk.

Saat itu, sikap anti-Yahudi merupakan hal yang lumrah di Wina. Hitler belajar tentang anti-Semitisme dari lingkungannya yang memusuhi orang Yahudi.

Orang-orang Yahudi di Eropa telah menjadi sasaran diskriminasi dan penindasan sejak Abad Pertengahan, sering kali atas dasar agama.

Saat itu, umat Kristiani memandang Yahudi sebagai sesuatu yang harus dimusnahkan. Orang Yahudi sering kali dipaksa pindah agama atau dilarang menjalankan profesi tertentu.

Pada abad ke-19, kebencian terhadap Yahudi bergeser dari perspektif agama ke ras. Orang Yahudi dianggap sebagai ras yang berbeda, tidak hanya dari segi agama. Jerman dianggap tidak setara.

Hitler terobsesi dengan gagasan ini. Ia berharap ras Jermanik “murni” yang disebut “Arya” akan menjadi ras yang dominan secara biologis, sebagaimana dicatat dalam sejarah.

Ada juga rumor lain bahwa Hitler mungkin membenci orang Yahudi karena dia malu dengan warisan mereka.

Banyak pihak yang menduga Hitler masih memiliki darah Yahudi dari keturunan terdahulunya.

Jurnalis Belgia Jean-Paul Mulders, bersama dengan sejarawan Marc Vermeeren, yang telah banyak menulis tentang Hitler dan nenek moyangnya, menganalisis sampel air liur dari 39 kerabat Hitler yang masih hidup.

Salah satu sampel milik Alexander Stuart-Houston, keponakan Hitler yang tinggal di New York, dan sepupu Hitler yang berasal dari Austria, Norbert H. Tes ini dilakukan untuk mengungkap haplogroup, kumpulan kromosom yang digunakan ahli genetika untuk menentukan populasi tertentu.

Akibatnya, sebagian besar haplogroup yang terkait dengan Hitler, yang dikenal sebagai E1b1b, adalah kromosom langka di Eropa Barat namun umum di Afrika Utara. Kromosom ini ditemukan terutama pada suku Berber di Maroko, Aljazair, Libya dan Tunisia.

Haplogroup adalah salah satu pendiri utama populasi Yahudi, dengan 18-20 persen Yahudi Ashkenazi dan 8,6-30 persen Yahudi Sephardic.

Akibatnya, sebagian besar haplogroup yang terkait dengan Hitler, yang dikenal sebagai E1b1b, adalah kromosom langka di Eropa Barat namun umum di Afrika Utara. Kromosom ini ditemukan terutama pada suku Berber di Maroko, Aljazair, Libya dan Tunisia.

Haplogroup adalah salah satu garis keturunan terpenting dalam populasi Yahudi, mencakup 18-20 persen Yahudi Ashkenazi dan 8,6-30 persen Yahudi Sephardic. Sidang ke-60 anak perusahaan Jerman (SB) KLHK mengungkap implementasi perdagangan karbon yang menjadi fokus Direktur Jenderal Pemantauan Perubahan Iklim (PPI). KLHK Laksmi Dwanthi selaku national contact point UNFCCC memimpin delegasi Republik Indonesia dalam pertemuan tersebut. . harfam.co.id.co.id 23 Juni 2024

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Harga Realme C33 Rp 1 Jutaan, Masuk Indonesia 25 Oktober
Next post Kepulangan Anang Hermansyah Sekeluarga dari Dubai Terancam Tertunda Jika Bandara Masih Tutup karena Banjir