Tips Menghindari Stres dan Khawatir Terhadap Pekerjaan Selama Liburan

Read Time:2 Minute, 41 Second

harfam.co.id, Jakarta – Waktu liburan yang seharusnya menjadi waktu yang menyenangkan bersama keluarga, namun rasa khawatir terhadap pekerjaan seringkali datang dan mengganggu.

Menetapkan batasan kehidupan kerja yang kuat di dunia modern, di mana teknologi mempermudah pendekatan terhadap masalah pekerjaan, menjadi semakin sulit.

“Sederhana seperti membaca SMS, misalnya, atau membuka email kantor, kebiasaan yang tampaknya sederhana ini dapat merusak liburan Anda,” kata Dawna Ballard, Ph.D., profesor komunikasi di University of Texas di Austin dan rekan penulisnya. Tekanan di Tempat Kerja. . DIRI mengatakan: Program baru dalam komunikasi.

Penelitian menunjukkan bahwa liburan dapat mencegah stres, kelelahan, dan kelelahan serta membuat Anda lebih produktif dalam jangka panjang. Oleh karena itu, menetapkan batasan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan selama liburan adalah kunci untuk menikmati manfaat liburan dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

“Apapun alasannya, liburan adalah waktu untuk bersantai, dan itu adalah sesuatu yang harus Anda lakukan sebaik mungkin. Daripada terobsesi dengan pekerjaan yang akan datang, nikmatilah perjalanan liburan Anda,” kata Ballard.

Anda berhak menikmati waktu luang tanpa merasa cemas atau bersalah. Namun, mengalihkan pikiran Anda ke mode liburan tanpa mengkhawatirkan pekerjaan sering kali lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.

Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan agar terhindar dari stres dan kecemasan kerja saat liburan, seperti dilansir Self pada Sabtu, 6 April 2024.

Tampaknya mustahil untuk benar-benar memutuskan hubungan kerja selama liburan. Selain itu, ketika ponsel Anda berdering, selalu muncul notifikasi tentang pekerjaan.

Natalie Christine Dattilo, Ph.D. psikologi di Harvard Medical School, menyarankan untuk menghentikan sementara serangan teks dan email yang mengganggu dengan mematikan notifikasi hingga akhir perjalanan liburan Anda.

“Lebih baik hentikan notifikasi Anda, karena biasanya kita tidak dirancang untuk membagi perhatian seperti itu, karena bisa membuat tubuh terasa lelah dan terkuras,” jelas Dattilo.

Menurut Ballard, media sosial dan aplikasi komunikasi dirancang untuk membuat ketagihan, jadi Anda terus membuka dan memeriksanya. “Itulah mengapa sangat penting untuk menetapkan batasan untuk memastikan perhatian Anda tidak terus-menerus terganggu,” tambah Ballard.

Banyak dari kita tidak dapat berfungsi tanpa teknologi sama sekali, dan tidak menggunakan teknologi dapat menimbulkan risiko keselamatan pribadi, terutama jika Anda bepergian sendirian.

“Cara terbaik untuk berhenti memikirkan pekerjaan adalah dengan tidak memikirkan pekerjaan,” kata Ballard.

Oleh karena itu, Ballard menyarankan agar Anda berhenti terus-menerus fokus pada ponsel atau laptop dan mencoba menikmati hal-hal di sekitar Anda.

“Anda dapat mencoba meninggalkan ponsel di kamar hotel selama beberapa jam dan bersantai di tepi kolam renang bersama teman atau keluarga,” katanya.

Menjauh dari ponsel dan laptop untuk menikmati momen bisa memberikan efek menyegarkan bagi tubuh. Bahkan satu atau dua jam jauhnya dari gawai dapat membantu Anda lebih bersyukur atas apa yang ada di sekitar Anda.

Tidak ada salahnya untuk sesekali memeriksa ponsel saat liburan. Jika Anda tidak dapat menjauh dari perangkat Anda, coba gunakan ponsel atau laptop Anda dalam mode Jangan Ganggu.

“Untuk sementara dapat membungkam notifikasi dan pesan masuk, namun tetap mengizinkan panggilan penting dari orang lain,” kata Dattilo.

Dattilo kemudian mengatakan untuk meluangkan waktu satu kali sehari untuk bekerja dan menyikapi hal-hal penting. “Lebih baik paling lama 30 menit saja,” imbuhnya.

Dattilo juga menyarankan penggunaan pengatur waktu jika Anda membutuhkan pengendalian diri. “Setengah jam sudah cukup untuk membuka pesan dan merespons pesan yang sangat penting, jika lebih lama dari itu, Anda kembali ke mode kerja,” kata Dattilo.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Ini Perbandingan Statistik Indonesia dan Uzbekistan Jelang Semifinal Piala Asia U-23
Next post Jaga Kepuasan Pelanggan Purnajual dengan Teknologi AI