UKT Naik Dinilai Ancam Generasi Emas Indonesia, Jokowi Diminta Turun Tangan

Read Time:1 Minute, 33 Second

Jakarta – Sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) menerapkan kenaikan Uang Kuliah Terpadu (UTF). Kebijakan ini langsung diprotes oleh para mahasiswa yang menentang kebijakan tersebut.

Gelombang protes terjadi di Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Sumatera Utara, Universitas Riau, Universitas Sebelas Maret Surakarta dan perguruan tinggi lainnya.

Ilham Latupono selaku Ketua Umum Jenderal KAMI (Gerakan Aktivis Masyarakat Milenial Indonesia) mengkritisi kebijakan kenaikan biaya pendidikan ini.

“Peningkatan UKT ini merupakan bentuk pengkhianatan pimpinan kampus terhadap visi nasional Indonesia Emas 2045. Alih-alih memberikan pendidikan murah, rektor justru menaikkan biaya kuliah,” ujarnya, Rabu, 15 Mei 2024.

Ilham khawatir kenaikan UKT kampus negeri akan berdampak pada terbentuknya generasi emas yang kelak akan memimpin Indonesia Emas.

“Mahasiswa masa kini akan menjadi pemimpin bangsa dan negara pada tahun 2045. Bayangkan mereka putus kuliah karena kenaikan UKT yang tidak terduga ini,” tegasnya.

Menurut dia, Presiden Jokowi sebaiknya turun tangan dan memerintahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim segera membatalkan kenaikan UKT, serta melakukan penilaian secara detail terhadap operasional PTN.

“Jangan sampai desentralisasi kampus membuat komersialisasi semakin menonjol.” Apalagi jika hal itu merugikan siswa, ujarnya.

Ia justru menduga kebangkitan UKT yang tiba-tiba dan meningkat merupakan upaya sabotase kelompok tertentu terhadap kebijakan Jokowi. Sebab peningkatan tersebut sebenarnya terjadi di saat kondisi politik bangsa belum stabil pasca pemilu 2024. Apalagi saat ini sedang terjadi masa peralihan kepemimpinan dari Jokowi ke Prabowo Subianto yang dinyatakan sebagai pemenang Pilpres 2024. pemilihan.

Ilham meyakini Jokowi masih memiliki komitmen tinggi terhadap visi Indonesia Emas 2045. Tanpa dukungan Generasi Emas, visi tersebut tentu tidak mungkin tercapai.

Peristiwa ini juga harus menjadi pengingat bagi Prabowo Subjant sebagai presiden terpilih untuk konsisten dan berkomitmen terhadap visi Indonesia Emas 2045.

“Komunikasi intensif antara Joko dan Prabowo diperlukan untuk menopang upaya visi Indonesia Emas.” “Apalagi di masa transisi kepemimpinan saat ini,” tutupnya. Mentan menyerukan upaya menjaga persediaan pangan dalam menghadapi kemarau panjang. pompa, upaya pemerintah menjaga produksi beras harfam.co.id.co.id 19 Juni 2024

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Arema FC Vs Persija, Widodo Minta Pemain Jeli Manfaatkan Peluang
Next post Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5% Sulit Tercapai Jika Perang Iran dan Israel Meluas