Upaya Tekan Kasus Diare Lewat Kampanye Sentuhan Sehat

Read Time:2 Minute, 15 Second

harfam.co.id, Jakarta Diare merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan tingginya angka kematian anak balita di Indonesia.

Data Profil Kesehatan Indonesia tahun 2020 menunjukkan diare merupakan penyebab kematian kedua pada bayi usia 29 hari hingga 11 bulan sebesar 9,8% dan pada kelompok anak kecil usia 12 hingga 59 bulan mencapai 4,5% dari total kematian. .

Diare adalah peningkatan frekuensi buang air besar dengan tinja cair atau encer. Salah satu tanda yang muncul saat anak mengalami diare adalah demam atau suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celcius.

Selain demam dan mencret, berikut gejala lain jika anak mengalami diare: Kram atau nyeri perut Ingin buang air besar Mual atau muntah Lesu atau lelah

Bila Anda mengalami gejala-gejala di atas, penting untuk mendapatkan pengobatan dan nasihat dari ahli kesehatan untuk mencegah anak Anda terkena diare parah.

Sehubungan dengan hal tersebut, Lifebuoy menjalankan kampanye Sentuhan Sehat dengan membagikan sabun batangan berisi termometer yang dapat digunakan kembali dengan kode QR untuk mendapatkan telekonsultasi gratis dengan dokter di Halodoc.

Sekitar enam ribu masyarakat di berbagai tempat di Jawa Barat seperti Cibiru, Sukajadi, Kiaracondong, Batununggal, Kasomalang dan Cibeunying menerima sabun Sentuhan Sehat edisi tersebut.

“Kami ingin mengedukasi para orang tua untuk lebih peduli terhadap kesehatan anak dan keluarganya serta tidak ragu untuk berkonsultasi ke dokter. Kenyamanan layanan telehealth diyakini dapat menjawab besarnya kepedulian orang tua terhadap kesehatan anak, yang mana pada akhirnya mendorong perawatan mandiri,” kata kepala divisi pembersih kulit Unilever. Indonesia Erfan Hidayat.

 

 

Kami juga berharap dengan hadirnya QR yang terkait dengan Halodoc, dapat membuat orang tua lebih waspada jika anaknya demam. Orang tua bisa segera berkonsultasi dari jarak jauh jika anaknya sakit.

“Dengan adanya konsultasi kesehatan gratis di Halodoc, kami berharap para orang tua lebih berhati-hati jika anaknya demam. Selain itu, demam merupakan salah satu penyakit yang sering dikeluhkan dan merupakan gejala awal dari berbagai penyakit seperti demam berdarah. demam atau infeksi lainnya,” kata Veronica Utami, chief operating officer Halodoc.

Mengutip situs Kementerian Kesehatan RI disebutkan bahwa mencegah diare lebih mudah dan efektif dibandingkan mengobatinya. Berikut beberapa langkah untuk mencegah diare:

1. Kebersihan pribadi. Mencuci tangan secara teratur dengan sabun, terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum makan, merupakan salah satu cara terbaik untuk mencegah diare.

2. Keamanan pangan. Pastikan makanan disiapkan dan disimpan dengan cara yang higienis. Hindari makanan yang belum dimasak dengan benar, terutama daging dan seafood.

3.  Konsumsi air yang aman: Minumlah air yang bersih dan aman. Jika Anda tidak yakin dengan kualitas airnya, lebih baik minum air kemasan atau merebus airnya sebelum diminum.  

4. Hindari pemicunya: Jika Anda memiliki intoleransi terhadap makanan tertentu, seperti susu, hindari konsumsi makanan tersebut.

5. Vaksinasi: Vaksin tersedia untuk melawan beberapa penyebab diare, seperti rotavirus. Pastikan Anda dan anggota keluarga Anda mendapatkan vaksinasi yang diperlukan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Guru Besar FH Undiknas: Forum Air Dunia Berdampak Positif untuk Masyarakat Bali
Next post Ilmuwan Berhasil Hilangkan HIV dari Sel Tubuh dengan Teknologi CRISPR