Dampak Kelebihan Konsumsi Gula bagi Kesehatan Anak

Read Time:1 Minute, 49 Second

harfam.co.id, Jakarta. Penting bagi orang tua untuk mewaspadai dampak kelebihan gula terhadap kesehatan anak. Hal ini dilaporkan oleh ahli gizi Dr. Tan Menembak Yen.

Tan mengingatkan, banyak makanan dan minuman anak yang mengandung tambahan gula dan mengandung lebih banyak gula daripada yang dibutuhkan anak. Makanan dan minuman dengan tambahan gula dapat berdampak buruk bagi kesehatan anak.

Masalah pertama yang mungkin terjadi adalah kecanduan pada anak, yang pada akhirnya meningkatkan kebutuhan anak akan rasa manis yang berlebihan, kata Tan saat berdiskusi online, Rabu (22/5) lalu, dilansir ANTARA.

Anak yang mengonsumsi minuman dengan tambahan gula atau terlalu banyak gula memiliki gula darah tinggi. Kondisi tersebut, kata Tan, memudahkan virus dan bakteri berkembang biak di dalam tubuh anak.

Oleh karena itu, daya tahan tubuh anak bisa menurun dan anak jadi lebih mudah terserang penyakit.

Makanan dan minuman dengan tambahan gula atau terlalu banyak gula juga dapat menyebabkan obesitas pada anak. Anak yang mengalami obesitas rentan mengalami masalah tulang.

Temuan dari studi tahun 2019 tentang dampak obesitas pada masa kanak-kanak terhadap perkembangan dan kesehatan tulang, yang diterbitkan dalam Journal of Obesity and Metabolic Syndrome, menunjukkan bahwa anak-anak yang mengalami obesitas 25 persen lebih mungkin menderita patah tulang karena tubuh mereka tidak dapat menyesuaikan diri dengan peningkatan berat badan.

Dr Tan juga menjelaskan bahwa mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula dapat meningkatkan kadar gula darah dan kolesterol.

Kadar gula darah dan kolesterol yang melebihi batas normal dapat menyebabkan penyakit tidak menular seperti diabetes dan gangguan jantung. 

 

Lulusan Universitas Indonesia ini mengatakan, mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula juga dikaitkan dengan peningkatan risiko terkena kanker.

“Sebenarnya gula tidak secara langsung menyebabkan potensi kanker. Namun gula menyebabkan obesitas dan jika hal ini terjadi maka berat badan anak akan bertambah dan penambahan berat badan tersebut menjadi jembatan menuju kanker,” ujarnya.

Oleh karena itu, Tan berpesan kepada para orang tua untuk memperhatikan kandungan gula pada makanan dan minuman yang dikonsumsi anak agar asupan gula anak tidak melebihi batas.

 

Hasil Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan konsumsi gula pada anak relatif tinggi.

Berdasarkan data kebiasaan konsumsi makanan manis anak usia 3-4 tahun, 50,1 persen anak Indonesia memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan manis lebih dari satu kali dalam sehari.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Samsung Galaxy A55 5G Boyong Banyak Keunggulan dengan Harga Terjangkau
Next post Rupiah Terperosok di Awal Pekan Gara-Gara AS