• Sebagian Lahan Jati Emas HARFAM Dilihat Dari Atas

Mengapa Kayu

Kayu adalah komoditas terbesar ketiga yang diperdagangkan di dunia setelah minyak mentah dan gas

Mengapa Jati dan Jabon

Harganya dari tahun ke tahun selalu naik (20-27%/ tahun)

Mengapa Harfam

Sudah menanam lebih dari 1.000.000 pohon di luasan 1.600 hektar di berbagai daerah di Indonesia

Asuransi pendidikan atau investasi dana pendidikan sudah merupakan suatu kebutuhan bagi para orang tua yang ingin menyiapkan pendidikan yang baik bagi anaknya. Dengan memiliki hutan jati atau jabon yang dikelola  Harfam, kebutuhan akan asuransi pendidikan akan dapat direncanakan dengan baik dan tingkat pengembalian yang tinggi. 

 
Investasi dana pendidikan pada hutan jati dan jabon sangat cocok karena Anda selain akan mendapatkan hasil yang tinggi, nilai jual kayu selalu di atas inflasi, keamanannyapun terjamin dan dapat diwariskan sehingga bentuk investasi ini sangat cocok  untuk dana pendidikan anak-anak dan generasi penerus.
 
 
Kebutuhan dunia akan kayu yang terus meningkat, baik untuk pasar global maupun di Indonesia, tidak mampu diimbangi dengan produksi kayu itu sendiri. Hal ini disebabkan perkembangan populasi dunia yang terus meningkat sementara pada saat bersamaan terjadi proses penyempitan hutan. Akibatnya permintaan dunia akan kayu senantiasa tidak tercukupi.

   

Penerapan bioteknologi untuk menghasilkan jenis kayu keras yang cepat tumbuh dan mengeluarkan hasil dalam tempo 5 – 15 tahun, akan meningkatkan produktifitas dan profitabilitas bagi industri perkayuan dengan tidak mengesampingkan manfaatnya untuk pelestarian kawasan hutan tropika yang terus-menerus mengalami kerusakan.

Salah satu keberhasilan dari penerapan bioteknologi tersebut adalah JATI HARFAM (FGHT = Fast Growth Harfam Teak). Jati Harfam memiliki keunggulan antara lain daya tumbuhnya cepat, tingkat kelurusannya yang tinggi, juga warna kuning keemasan dengan seratnya yang lurus sangat disukai konsumen luar negeri. 

Selain itu sistem regenerasi pada tanaman Jati Harfam sangat baik, artinya penanaman bibit Jati Harfam cukup dilaksanakan satu kali dalam satu areal penanaman. Hal ini disebabkan pada saat pohon Jati Harfam ditebang akan muncul tunas-tunas baru pada sisa tebangan. Pohon Jati Harfam yang tumbuh pada generasi kedua ini akan jauh lebih baik dan lebih cepat pertumbuhannya karena sistem perakaran yang dimiliki sudah sangat kuat dan baik. Dengan demikian pembelian atau penanaman bibit hanya dilakukan sekali untuk berkali-kali penebangan atau panen.

 

.