7. Piala Adipura
Mendengar kata Adipura, paradigma sebagian orang tentu membayangkan sebagai suatu penghargaan yang tidak terlalu istimewa, karena mungkin masih terdapat sebagian kalangan yang belum familiar dengan istilah penghargaan yang sangat prestisius ini.

Di zaman modern seperti saat ini, pertumbuhan penduduk, polusi udara, sampah yang tak terkendali, diperparah lagi dengan struktur serta tata kota yang kurang teratur menjadi masalah yang sangat serius untuk dihadapi dan ditanggulangi dari 2 dekade terakhir. Untuk itulah pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia pertama kali semenjak tahun 1986 menerbitkan Aturan untuk menentukan penilaian pada kota-kota di seluruh wilayah Republik Indonesia dengan suatu kebijakan melalui Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 37 Tahun 1995. Kebijakan ini tentang : Pedoman Pelaksanaan Kebersihan Kota dan Pemberian Penghargaan Adipura. Kota-kota di Indonesia dihimbau untuk mengatasi segala tantangan dan permasalahan lingkungan yang terjadi di wilayahnya masing-masing, dimana setiap setahun sekali akan dilakukan evaluasi dan penilaian, bagi kota-kota yang berhasil termasuk dalam kategori nantinya akan diberikan berupa penghargaan Piala Adipura Kencana, Piala Adipura dan Sertifikat Penghargaan Kota Bersih.

Piala Adipura Kencana diberikan kepada kota yang telah lima kali meraih Adipura berturut-turut. Setiap aspek manajemen dan peran serta masyarakat (termasuk PKK dan Kesehatan) harus mempunyai nilai 80% dari nilai maksimum setiap aspek tersebut,dan nilai fisik harus lebih besar atau sama dengan 80% dari nilai maksimum. Sedangkan untuk Piala Adipura, diberikan kepada kota yang dinilai “berhasil” dalam mengelola kebersihan kota. Yang terakhir yaitu Sertifikat Penghargaan Kota Bersih, diberikan kepada kota yang dinilai “cukup berhasil” dalam mengelola kebersihan kota. Penilaian Adipura ini diselenggarakan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Penghargaan Adipura ini diberikan secara langsung oleh Presiden RI kepada kota yang berhasil mengelola dan memenuhi syarat kebersihan kota sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan pada setiap gelaran peringatan hari lingkungan hidup setiap tahunnya yang diperingati pada tanggal 5 Juni.

Maksud dilaksanakannya Program Adipura adalah untuk mewujudkan kota yang cerdas, manusiawi dan ekologis melalui penerapan tata kepemerintahan yang baik (good governance) untuk mendorong terciptanya lingkungan hidup yang baik (good environment). Sedangkan tujuan Program ADIPURA adalah untuk mendorong pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan kota yang berwawasan lingkungan dengan membangun partisipasi aktif pemerintah daerah dan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan perkotaan.

Seiring berjalan waktu dewasa ini, kriteria penilaian Adipura dilihat dari 3 aspek penting yaitu : brown issue, yaitu yang terkait dengan pengelolaan sampah/kebersihan, pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, green issue yang terkait dengan ruang terbuka hijau (hutan kota, taman kota, estetika kota, rencana tata ruang kota), dan white issue meliputi pemerintah daerah dan masyarakat.

Setiap daerah yang melaksanakan upaya kebersihan kota, berhak atas penilaian kebersihan kota. Dimana peserta program Adipura dibagi ke dalam 4 kategori berdasarkan jumlah penduduk, yaitu kategori kota metropolitan (lebih dari 1 juta jiwa), kota besar (500.001 – 1.000.000 jiwa), kota sedang (100.001 – 500.000 jiwa), dan kota kecil (sampai dengan 100.000 jiwa).

Penilaian adipura tahun ini akan difokuskan pada 16 titik pantau, diantaranya yaitu perumahan, pasar, rumah sakit, perkantoran, taman kota, kereta api, bandara, pertokoan, pemilahan sampah, dan pengelolaan sampah.

Kota-Kota Peraih Penghargaan “Adipura”

Untuk meraih penghargaan Adipura, seluruh kota yang terlibat dalam proses penilaian tentunya terdapat adu strategi dan kreatifitas kerjasama antar pemimpin daerah beserta SKPD (Satuan Kerja Perangkat Dinas) terkait di masing-masing kota metropolitan/ kotamadya, dan kabupaten. Dimana semua elemen melakukan berbagai implementasi program serta monitoring dan evaluasi pelaksanaanya. Sebagai contoh kota Palembang melalui Sekretaris Daerah, Husni Thamrin, mengembangkan

program sosialisasi berkala kepada masyarakat tentang pentingnya pengadaan pot-pot tanaman di alun-alun kota Palembang.Berikut ini adalah beberapa daftar kota yang meraih juara umum “Penghargaan Adipura”, untuk kategori kota metropolitan sejak tahun 2007 adalah sebagai berikut :

  • 2007 s/d 2009 Peringkat I Kota Metropolitan terbersih se-Indonesia Palembang
  • 2010 Banda Aceh – Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia
  • 2011 Surabaya dan Palembang – Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia
  • 2012 Surabaya – Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia

Sedangkan untuk kota yang meraih penghargaan Adipura Kencana 2012, adalah Kota Surabaya (Prov. Jawa Timur), dan Kabupaten Tulungangung (Prov. Jawa Timur).

Berdasarkan hasil distribusi peraih penghargaan Adipura untuk tahun 2012 yang bersumber dari Kementerian Lingkungan Hidup, terdapat 9 kota metropolitan yang masuk kategori berhasil meraih adipura yaitu : Surabaya, Tangerang, dan Palembang, Jakarta, Semarang, dan Medan, sedangkan kategori kota besar ada 4 kota, diantaranya yaitu Malang, Balikpapan, Manado, dan Yogyakarta. Untuk kota kategori sedang terdapat 35 kota, diantaranya yaitu Jombang, Tulungagung, Japara, Lamongan, dll. Sementara dari kategori kota kecil sebanyak 77 kota, diantaranya yaitu Lamongan, Tuban, Pangkalanbun, Pamekasan, Sibolga dan Martapura.

 

“Ekspektasi ke masa depan”

Sebagian besar para pemimpin daerah, baik Gubernur maupun Bupati di seluruh wilayah nusantara yang dinilai, sangat mengapresiasi kinerja dari elemen yang memiliki andil besar dari penganugerahan Piala Adipura, yaitu para pahlawan kebersihan kota (petugas penyapu jalan dan pengangkut sampah). Karena jika tanpa adanya partisipasi, kedisiplinan, serta kegigihan mereka, tidaklah mungkin suatu kota dapat meraih penghargaan “Adipura” secara konsisten, seperti yang ditunjukkan oleh beberapa kota diantaranya yaitu Kota Palembang, Surabaya dan Balikpapan.

Maklum, petugas yang dikenal dengan istilah pasukan kuning ini punya dedikasi besar menjadikan lingkungan kota menjadi nampak lebih bersih. Tak lupa juga peran serta dan kerjasama dari masayarakat/penduduk kota disekitarnya, karena kerjasama antara pemerintah daerah dan peranan masyarakat juga memainkan peranan penting dalam keberhasilan meraih Adipura, dengan sistem top-down maupun bottom-up.

Untuk tahun 2013, menurut panitia penyelengara Kementerian Lingkungan Hidup, akan ada peningkatan peserta penilaian Adipura dilebih dari 125 kota. Sebelumnya tahun 2011 terdiri atas 63 kabupaten/kota, dan tahun 2012 terjadi peningkatan menjadi 125 kota/kabupaten Se-Indonesia. Harapan dari banyak pihak terutama pihak Kementerian Lingkungan Hidup yaitu melalui kebijakan pengelolaan lingkungan perkotaan harus dapat menyelesaikan berbagai masalah perkotaan secara menyeluruh menuju kota yang cerdas, manusiawi dan ekologis.

Hal ini demi meningkatkan semangat dan peran serta dari semua elemen masyarakat luas di seluruh wilayah Indonesia dalam menjaga dan melestarikan lingkungan sekitarnya. Karena peran lingkungan tentunya sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, untuk itulah diperlukan sosialisai program yang komprehensif dan berkelanjutan. Karena kota yang bersih adalah merupakan kota idaman semua orang yang layak mendapatkan apresiasi lebih dari pemerintah, lembaga-lembaga terkait, dan juga masyarakat yang menikmati nyamannya suasana kota yang bersih secara tidak langsung